Kebakaran Cafe Tiara
Detik-detik Kebakaran Cafe Tiara di Dulomo Kota Gorontalo, Owner Curhat Baru Saja Tutup
Belum sempat terlelap dari bekerja sepanjang malam, Nena Wulandary kaget begitu mendengar kabar kebakaran tempat usahanya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKARAN-Seorang-pemadam-kebakaran-damkar-menyemprotkan-air.jpg)
Salah satu karyawan kemudian mendatangi rumah pemilik untuk menyampaikan kondisi tersebut.
Baca juga: Bansos 2026 PKH BPNT: Kapan Cair? Ini Nominal dan Cara Cek Penerima
“Wifi tiba-tiba putus. Salah satu karyawan datang ke rumah saya karena rumah saya juga tidak jauh dari sini,” ujar Nena.
Ia mengaku, saat kembali ke lokasi usai mendapat informasi dari karyawan, api sudah terlihat menyala di bagian atas bangunan.
“Pas saya sampai, api sudah ada. Dari atas,” katanya.
Nena menduga sumber api bukan berasal dari dalam area utama kafe, melainkan dari sambungan kabel listrik di bangunan sebelah yang berdekatan langsung dengan Kafe Tiara.
Di area tersebut terdapat gudang dan tempat penyimpanan peralatan sound system.
“Di atas itu ada gudang, tempat sound. Ada kabel sambungan di situ, mungkin koslet lalu api membesar," ujarnya.
Api disebut pertama kali tertahan di area samping bangunan sebelum akhirnya menjalar ke lantai dua.
Struktur lantai dua yang sebagian besar berbahan gipsum dan material tidak permanen membuat api cepat membesar.
“Yang di atas itu bahannya gipsum, tidak permanen, makanya cepat. Kalau di bawah tidak, cuma di sekitaran atas saja,” katanya.
Dari pantauan TribunGorontalo.com, lantai dua bangunan menjadi bagian yang paling parah terdampak kebakaran.
Dinding dan plafon tampak hangus, rangka atap menghitam, dan beberapa bagian terlihat berlubang akibat jilatan api.
Lantai dua bangunan diketahui memiliki lima kamar yang digunakan sebagai mess karyawan.
Dua kamar tampak tidak terbakar, sementara beberapa kamar lainnya dan bagian utama lantai dua mengalami kerusakan cukup berat.
“Di atas itu ada lima kamar. Deretan ke atas empat, satunya di sini,” ujar Nena.