Kebakaran di Gorontalo
Uang Rp50 Juta Hangus Akibat Kebakaran Rumah di Dulalowo Gorontalo
Musibah kebakaran melanda kawasan Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (16/12/2025).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Uang-tunai-pecahan-Rp50-ribu-dan-Rp100-ribu-terbakar.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Musibah kebakaran melanda kawasan Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (16/12/2025).
Peristiwa ini menyisakan cerita pilu sekaligus harapan bagi para korban.
Salah satunya dialami Fandi Liando, warga yang rumahnya terdampak langsung oleh kobaran api.
Fandi mengaku mengalami kerugian materi cukup besar akibat kebakaran tersebut.
Di tengah kepanikan saat api membesar dan asap hitam membumbung tinggi, ia tidak sempat memikirkan harta benda yang tersimpan di dalam rumah.
Fokus utamanya saat itu hanyalah menyelamatkan diri dan keluarga dari ancaman kebakaran.
Namun, setelah api berhasil dijinakkan, Fandi mendapati banyak barang berharganya telah rusak.
Ia menyebut kerugian yang dialami cukup besar, termasuk uang tunai yang selama ini disimpan di dalam brankas.
Dari total simpanan tersebut, sebagian hangus terbakar, meski ada yang masih bisa diselamatkan.
“Sekitar Rp50 juta,” ungkap Fandi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (16/12/2025).
Selain uang tunai, ia juga menyimpan emas perhiasan di tempat yang sama.
Beruntung, perhiasan tersebut masih dalam kondisi baik dan tidak terdampak parah oleh api.
Namun, uang tunai yang tersisa mengalami kerusakan, meski tidak sepenuhnya musnah.
Uang tersebut didominasi pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.
Dalam situasi darurat itu, Fandi mengaku sama sekali tidak mengingat keberadaan brankas berisi uang dan barang berharga.
Kepanikan membuatnya hanya fokus pada keselamatan keluarga.
Baca juga: Titin Moko Ungkap Detik-detik Kebakaran Rumah di Dulalowo Gorontalo
Beruntung, personel pemadam kebakaran sempat menanyakan kemungkinan adanya brankas atau benda berharga di dalam rumah.
“Tidak saya ingat, nanti mereka dari Damkar yang beri tahu. Saya sudah tidak pusing dengan itu,” tuturnya.
Karena kondisi uang sebagian rusak, Fandi berencana menukarkannya ke Bank Indonesia agar tetap bisa dimanfaatkan.
“Iya, akan ditukarkan di BI,” pungkasnya.
Kebakaran sendiri terjadi sekitar pukul 12.30 Wita dan dengan cepat melahap beberapa rumah warga.
Pantauan TribunGorontalo.com pada pukul 13.00 Wita menunjukkan api masih berkobar hebat.
Warga bersama aparat TNI dan petugas pemadam kebakaran bahu-membahu melakukan pemadaman.
Sementara itu, warga lain fokus menyelamatkan barang-barang dari rumah yang terancam terbakar.
Kondisi lokasi sempat sesak akibat banyaknya warga yang berkerumun.
Untuk mencegah risiko lanjutan, petugas PLN memutus aliran listrik di sekitar lokasi.
Sejumlah pemuda bahkan terlihat memanjat atap rumah demi memadamkan api, berharap kobaran tidak menjalar ke bangunan lain.
Kesaksian warga juga memperkuat gambaran mencekamnya peristiwa tersebut.
Titin Moko, salah seorang warga, menceritakan detik-detik awal kebakaran.
Saat kejadian, Titin berada di warung yang sekaligus menjadi rumah kontrakannya.
Ia sedang melayani pembeli ketika terdengar teriakan panik dari luar.
“Mereka teriak ada api, ada api,” katanya.
Titin segera berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Namun setelah memastikan kondisi memungkinkan, ia kembali masuk ke warung untuk mengamankan barang dagangannya.
Upaya itu berhasil. Seluruh dagangan dan perlengkapan usaha Titin dapat diselamatkan.
“Alhamdulillah semua barang saya bisa aman,” imbuhnya.
Menurut informasi yang diperoleh Titin, kebakaran berdampak pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi.
Kobaran api disertai asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara.
Beberapa kali terdengar dentuman keras dari titik kebakaran, meski belum diketahui pasti sumbernya.
Warga bersama aparat TNI dan petugas damkar terus berjibaku menjinakkan si jago merah.
Sebagian warga terlihat mengangkut barang-barang dari rumah yang terancam api.
Kondisi lokasi semakin padat karena banyak warga berkerumun menyaksikan peristiwa tersebut.
Untuk mengantisipasi bahaya lebih lanjut, petugas PLN memutus aliran listrik di sekitar lokasi.
Sejumlah pemuda bahkan nekat memanjat atap rumah demi memadamkan api, berharap kobaran tidak merembet ke bangunan lain.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.