Berita Kota Gorontalo
Data SE2026 Dianggap Kunci Pemetaan Persaingan Usaha di Gorontalo
BPS Kota Gorontalo menggelar Optimalisasi Pelayanan Publik Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
Pemkot Gorontalo: Data Akurat Penentu Kebijakan
Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa data yang akurat sangat strategis untuk mendukung perencanaan pemerintah.
Ia menilai SE2026 akan memberikan gambaran lebih rinci mengenai kondisi perekonomian Gorontalo.
“Data yang tepat membantu pemerintah menyusun perencanaan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya verifikasi data sebelum diproses karena ketidaktepatan kerap muncul baik dari sisi responden maupun petugas.
“Verifikasi itu tahapan paling penting agar data yang dihasilkan benar-benar kuat,” kata Ismail.
Tanggapan Soal Pengangguran
Menanggapi data BPS mengenai peningkatan pengangguran di Kota Gorontalo, Ismail menjelaskan bahwa kota ini menjadi tujuan banyak mahasiswa maupun pencari kerja dari luar daerah.
“Setelah selesai kuliah atau sekolah, banyak yang tetap tinggal di kota untuk mencari peluang,” jelasnya.
Ia memastikan pemerintah kota menyediakan berbagai ruang ekonomi masyarakat, mulai dari aktivitas UMKM hingga kebijakan yang mendukung usaha kecil.
“Setiap malam kita bisa lihat aktivitas UMKM di Pasar Sentral dan beberapa lokasi lain,” ujarnya.
Baik BPS maupun pemerintah kota berharap masyarakat memahami pentingnya SE2026 dan berpartisipasi aktif dalam pendataan.
Keterlibatan publik dinilai menjadi penentu kualitas data yang akan digunakan untuk menyusun arah pembangunan ekonomi daerah.
“SE2026 adalah milik Indonesia. Data yang baik lahir dari partisipasi seluruh masyarakat,” pungkas Sri Dewi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEGIATAN-BPS-KOTA-GORONTALO-Sekda-Kota-Gorontalo-Ismail-Madjid-didampingi.jpg)