Penikaman di Pasar Sentral
Identitas 2 Tersangka Kasus Pembacokan di Pasar Sentral Gorontalo, Satu Warga Manado
Dua pria resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan di Pasar Sentral, Kota Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Polisi-amankan-pasar-sentral-pascapenikaman.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua pria ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan di Pasar Sentral Kota Gorontalo
- Satu warga Manado terbukti terlibat dalam insiden penganiayaan
- Polisi telah memeriksa tujuh saksi yang berada di Pasar Sentral pada Sabtu malam (7/12/2025)
TRIBUNGORONTALO.COM – Dua pria resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan di Pasar Sentral, Kota Gorontalo.
Mereka adalah Apriyanto Runtu (35). Nelayan Gorontalo itu diringkus polisi bersama Aksel Rorintulus (29) yang merupakan warga Manado, Sulawesi Utara.
Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Suryono, menjelaskan penetapan tersangka berdasarkan pemeriksaan terhadap tujuh saksi.
Tak hanya itu, pelaku juga terbukti terlibat dalam kekerasan yang menghebohkan Pasar Sentral pada Sabtu malam (7/12/2025).
“Kami sudah menetapkan dua orang berinisial AR,” ungkapnya.
Keduanya dijerat dengan dugaan pelanggaran Pasal 170 KUHP dan UU Darurat.
Hal itu karena salah satu pelaku menggunakan senjata tajam saat menyerang korban.
Kapolresta menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan serangan acak.
Dari pemeriksaan, diketahui konflik antara pelaku dan korban sudah berlangsung lama.
Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Pria Jadi Tersangka Kasus Pembacokan di Pasar Sentral Kota Gorontalo
Kronologi Kejadian
Kepada polisi, Novaris Kaluku (60) menceritakan awal mula peristiwa nahas yang menimpa adiknya, Rion Kaluku.
Sekitar pukul 22.40 Wita, Novaris bersama Rion dan keluarga mereka dari Jakarta sedang duduk dan menikmati kopi di salah satu booth warkop Pasar Sentral Kota Gorontalo.
Tak lama kemudian, Novaris melihat Rion meninggalkan tempat duduknya dan berpindah ke bagian belakang booth yang mereka tempati.
Ia kemudian melihat Rion berbincang dengan salah seorang temannya.
Selang beberapa waktu, tiba-tiba Novaris menyaksikan keributan yang melibatkan tiga orang tak dikenal.
Melihat hal tersebut, Novaris berdiri dan memperhatikan orang yang dianiaya. Ia sontak kaget ketika mengetahui korban adalah adiknya sendiri, Rion.
Ia melihat Roni terkapar dan dianiaya oleh tiga pria menggunakan kursi serta parang.
Novaris kemudian berlari menuju tempat duduk Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dan Wakil Wali Kota Indra Gobel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Mendengar laporan Novaris, Wali Kota dan Wakil Wali Kota kaget dan langsung berteriak.
Adhan Dambea bahkan berusaha mencegah pelaku yang membawa senjata tajam agar berhenti menganiaya korban.
Namun, pelaku tidak terkendali dan terus melancarkan aksinya.
Setelah itu, pelaku memasukkan parangnya ke dalam sarung dan meninggalkan korban yang terkapar.
Korban yang bersimbah darah kemudian dilarikan ke RS Multazam menggunakan sepeda motor.
Permintaan Maaf Wali Kota Gorontalo
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait insiden penikaman yang menggegerkan pelataran Pasar Sentral Kota Gorontalo.
Ia menegaskan bahwa peristiwa itu tidak direncanakan dan tidak berkaitan dengan aktivitas UMKM yang selama ini memenuhi kawasan tersebut.
"Mohon maaf atas kejadian semalam. Kejadian itu memang tidak direncanakan, saya kira semua tidak menghendaki semua itu," ujar Adhan.
Menurut Adhan, aksi penikaman tersebut dipicu oleh konflik personal yang telah terjadi sejak satu tahun lalu, tepatnya pada masa kampanye.
Ia menuturkan bahwa pelaku dan korban kebetulan bertemu di Pasar Sentral, sehingga pertikaian lama itu kembali memanas.
Terduga pelaku AR atau dikenal dengan panggilan "Starky", sementara korban bernama Rion Kaluku.
Adhan menjelaskan bahwa dirinya pernah menjadi sasaran berbagai tuduhan di media sosial, termasuk dituding memiliki utang Rp1 miliar.
Bahkan melalui media sosial, Adhan Dambea jadi sasaran cibiran hingga hinaan oleh korban.
Karena itu, terduga pelaku Starky sudah lama memendam amarah terhadap Rion Kaluku.
"Tetapi kebetulan semalam ketemu dengan saudara Rion ini (di Pasar Sentral),” ungkap Adhan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.