Penikaman di Pasar Sentral
Penikaman Gegerkan Pelataran Pasar Sentral Kota Gorontalo, Ratusan Pengunjung Panik Berhamburan
Suasana santai di Pasar Sentral Kota Gorontalo mendadak mencekam setelah terjadi aksi penikaman, Sabtu malam (06/12/2025) jelang Minggu dini hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RICUH-PASAR-SENTRAL-Tangkapan-layar-video-kericuhan.jpg)
Salah satu pelaku UMKM, Dede Latama, menyebut dua bulan terakhir menjadi masa paling menjanjikan bagi para penjual kopi.
Menurutnya, ramainya pengunjung membuat pendapatan para pedagang meningkat drastis.
“Awalnya sepi, tapi sekarang ramai lagi karena banyak pelaku UMKM berjualan di sini,” ujarnya.
Bersama tiga temannya yang masih berstatus mahasiswa, Dede mengaku pendapatannya naik hingga 50 persen sejak berjualan di pelataran pasar.
Cerita serupa datang dari Rizki Potale, pedagang kopi lain yang mampu meraup pendapatan jutaan rupiah hanya dalam waktu tiga minggu.
Ia menilai antusiasme pengunjung dipicu oleh keberadaan live music yang rutin digelar setiap malam.
“Kalangan muda paling banyak datang kalau ada live music. Suasananya jadi hidup,” katanya.
Para pedagang berharap Pemerintah Kota Gorontalo menambah fasilitas seperti lampu penerangan dan area parkir, mengingat beberapa titik masih gelap dan rawan berdesakan saat malam semakin ramai.
Di sisi pengunjung, antusiasme serupa juga dirasakan Aprilia Potabuga, warga Kotamobagu yang terkejut melihat perubahan pesat Pasar Sentral.
Ia mengingat kawasan itu dulu hanya diisi dua tenant, jauh dari hiruk-pikuk malam seperti saat ini.
Menurutnya, kebijakan memberi ruang bagi anak muda berjualan merupakan langkah positif dalam mendorong ekonomi kreatif.
Hal yang sama disampaikan Ayu Mohammad, yang menilai Pasar Sentral kini kembali hidup dan mulai tertata lebih baik.
Ia juga mendukung imbauan pemerintah agar para pedagang tetap menjaga kebersihan area, mengingat pasar kembali berfungsi sebagai pusat jual-beli di pagi hari.
(*)