Pemkot Gorontalo
Kepala BKN Tegaskan Gorontalo Harus Capai Stunting 8 Persen dan ATS Nol
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting
Penulis: WawanAkuba | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka stunting hingga 8 persen
- Zudan menekankan keberhasilan program bukan hanya soal anggaran
- Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga inflasi dan harga bahan pokok dengan intervensi pasar yang transparan, profesional, serta beretika
TRIBUNGORONTALO.COM – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting hingga 8 persen serta mewujudkan nol Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Gorontalo.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Workshop Penguatan Tata Kelola dan Etika Pemerintahan yang digelar di Kota Gorontalo dan dibuka langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, Kamis (4/12/2025).
Dalam arahannya, Zudan menekankan bahwa persoalan stunting dan anak tidak sekolah bukan sekadar isu sektoral, melainkan menyangkut masa depan daerah dan kualitas sumber daya manusia.
Ia menegaskan, jika pemerintah serius membenahi data, memperbaiki tata kelola, serta bekerja dengan etika yang kuat, maka target tersebut sangat mungkin dicapai.
“Kalau kita ingin daerah ini maju, maka anak-anaknya harus sehat dan sekolah. Target stunting 8 persen dan ATS nol bukan angka di atas kertas. Itu adalah tanggung jawab moral pemerintah kepada generasi berikutnya,” tegas Zudan.
Menurutnya, peran aparatur sipil negara (ASN) sangat krusial dalam upaya tersebut. Keberhasilan program pemerintah sering kali ditentukan oleh sikap, etika, dan keberanian ASN di lapangan dalam menjalankan kebijakan, bukan semata karena ketersediaan anggaran.
“Kita ini sering punya program bagus, anggaran cukup, tetapi tidak jalan karena etika kerja yang lemah. Masalah kita bukan cuma pada sistem, tapi pada sikap,” ujarnya.
Selain itu, Zudan turut menyinggung pentingnya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam pengendalian inflasi dan harga bahan pokok.
Ia menyebut pemerintah daerah harus berani hadir di pasar dan mengambil kebijakan yang berpihak kepada rakyat, namun tetap dijalankan secara transparan, profesional, dan beretika.
“Kalau mau intervensi harga, lakukan dengan cara yang benar. Lindungi konsumen, tapi jangan mematikan petani dan pedagang. Di situlah pentingnya etika dalam pengambilan kebijakan,” katanya.
Baca juga: Dinas PPPA Gorontalo Jadikan Pemenuhan Hak Anak Kunci Percepatan Penurunan Stunting
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran Pemkot Gorontalo agar tidak hanya berorientasi pada target program, tetapi juga pada cara mencapainya.
“Kita ingin ASN di Kota Gorontalo tidak hanya pintar dan cepat, tetapi juga jujur, berintegritas, dan punya kepekaan sosial yang kuat,” ujar Adhan.
Workshop ini diikuti oleh jajaran pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Adhan tampak duduk bersama wakilnya, Indra Gobel, di meja depan panggung utama Aula Rudis Wali Kota Gorontalo.
(TribunGorontalo.com/Wawan Akuba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kepala-BKN-RI-Zudan-Arif-Fakrulloh-saat-memberikan-sambutan.jpg)