BLT Kesra
BLTS Kesra Gorontalo Kembali Cair, Warga Senang Kebutuhan Rumah Tangga Terpenuhi
Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) kembali dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Kantor-Pos-Indonesia-Jalan-Ahmad-Yani-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- BLT Kesra disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desil 1 hingga 4
- Warga Kota Gorontalo mengaku bantuan ini sangat membantu untuk menopang kebutuhan harian
- Nilai pencairan adalah Rp900.000 yang diberikan sekaligus untuk periode tiga bulan
TRIBUNGORONTALO.COM – Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) kembali dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Gorontalo.
Bantuan yang disalurkan melalui Pos Indonesia sejak Oktober hingga Desember 2025 ini dianggap sangat membantu kebutuhan harian, termasuk keperluan sekolah anak.
Muhammad Iskan, warga Leato Utara Kota Gorontalo, menjadi salah satu penerima BLT Kesra dengan nilai pencairan Rp900 ribu yang diterima sekaligus untuk periode tiga bulan.
Ia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan serupa sebelumnya.
“Ini pertama kali saya menerima. Saya juga belum tahu nanti bulan apa lagi baru dapat,” tuturnya.
Iskan menambahkan, selama ini ia hanya mengetahui pola pencairan bantuan seperti PKH dan bantuan lansia yang diberikan setiap tiga bulan. Karena itu, BLT Kesra yang cair sekaligus membuatnya merasa sangat terbantu.
“Alhamdulillah terasa sekali manfaatnya. Bisa dipakai untuk belanja kebutuhan rumah, terus untuk keperluan anak sekolah,” katanya.
Hal serupa dirasakan Rahmawati, warga Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur. Ia bekerja sebagai penjual kue keliling dan menyebut bantuan tersebut membantu menutup pengeluaran sehari-hari yang semakin berat.
Menurutnya, sebagian uang bantuan ia sisihkan untuk biaya listrik dan beras.
“Alhamdulillah bisa tampung dulu kebutuhan rumah. Sekarang harga barang banyak naik, jadi bantuan ini memang sangat membantu,” ujarnya.
Rahmawati berharap pemerintah bisa mempertahankan program ini atau menyalurkannya kembali tahun depan, karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat berpenghasilan harian.
Sementara itu, Ahmad Husain, warga Kota Selatan, menyampaikan bahwa seluruh dana BLT Kesra yang ia terima diprioritaskan untuk pendidikan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP.
“Kalau saya lebih banyak pakai untuk sekolah anak-anak. Yang penting mereka tidak terbebani,” katanya.
Warga juga menilai pola penyaluran melalui Pos Indonesia cukup mudah, terutama karena pihak kelurahan menginformasikan jadwal kedatangan warga sehingga tidak terjadi antrean panjang.
Baca juga: BLTS Kesra Rp900 Ribu Kini Tahap Akhir Pencairan, Segera Cek Apakah Kamu Termasuk Penerima
Alur Penyaluran BLT Kesra 2025
Berdasarkan data resmi Pos Indonesia, BLT Kesra diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) Desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Sosial Ekonomi Nasional (DSEN).
Pencairan dilakukan satu kali dengan nilai Rp900 ribu untuk periode Oktober–Desember 2025.
Untuk memastikan penyaluran berjalan efektif, Pos Indonesia menerapkan tiga mekanisme:
Pembayaran di Kantor Pos, melayani warga di titik layanan formal.
Pembayaran komunitas, dilakukan di ruang publik seperti kelurahan, kecamatan, atau balai warga untuk mengurangi kepadatan penerima.
Pengantaran langsung, khusus bagi lansia, penyandang disabilitas, atau KPM sakit. Setiap penerima mendapatkan surat pemberitahuan berisi QR Code untuk memastikan data tepat dan memudahkan verifikasi di lokasi.
Belum ada konfirmasi apakah program BLT Kesra akan berlanjut pada 2026. Namun, banyak warga berharap bantuan ini tetap hadir karena benar-benar menjadi penopang kebutuhan dasar.
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan menunjukkan sebagian besar penerima telah menyelesaikan pencairan dalam 14 hari pada bulan sebelumnya. Hingga Desember, hanya segelintir warga yang belum menerima.
Di lokasi, masyarakat tampak duduk di kursi yang disediakan sambil menunggu giliran dipanggil. Antrean terlihat tidak panjang dan berlangsung teratur.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.