Wali Kota Cup 2025
Tapak Suci Putera Muhammadiyah Gorontalo Raih Juara Umum Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup 2025
Malam puncak Open Tournament Pencak Silat Wali Kota Cup 2025 berlangsung meriah di GOR Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Minggu (30/11/2025).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-partai-final-Open-Tournament-Pencak-Silat-Wali-Kota-Cup.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Malam puncak Open Tournament Pencak Silat Wali Kota Cup 2025 berlangsung meriah di GOR Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Minggu (30/11/2025).
Riuh sorak pendukung dari berbagai perguruan mewarnai atmosfer penutupan sekaligus pengumuman juara dari seluruh kategori lomba.
Acara puncak ini turut dihadiri Pemerintah Kota Gorontalo yang secara langsung menyerahkan hadiah kepada para atlet dan perguruan terbaik.
Penyerahan berlangsung di tengah arena, disaksikan penonton yang memenuhi tribun.
Dari hasil final, panitia menetapkan Tapak Suci Putera Muhammadiyah Gorontalo sebagai Juara Umum Open Tournament Wali Kota Cup 2025 dengan torehan 33 emas, 43 perak, dan 54 perunggu. Dominasi perguruan ini terlihat sejak awal pertandingan, terutama di kategori usia dini dan pra remaja.
Juara Kategori Remaja dan Dewasa
Juara Umum I: Spobda Gorontalo dengan 6 emas, tanpa perak, dan 1 perunggu.
Juara Umum II: Cempaka Putih Ternate dengan 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Juara Umum III: Ular Sakti Gorontalo A dengan 4 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Juara Kategori Usia Dini dan Pra Remaja
Tapak Suci Putera Muhammadiyah Gorontalo kembali menunjukkan dominasinya dengan raihan 37 emas, 40 perak, dan 50 perunggu.
Juara II: PS Ular Sakti Gorontalo dengan 20 emas, 13 perak, dan 34 perunggu.
Juara III: SMK Kotamobagu dengan 11 emas, 16 perak, dan 36 perunggu.
Pantauan TribunGorontalo.com, menunjukkan penonton terus memadati area GOR Nani Wartabone sepanjang malam penutupan. Teriakan dukungan dan yel-yel semangat terdengar dari berbagai sudut arena.
Suasana semakin semarak saat para juara dipanggil satu per satu ke podium penghargaan.
Ketua Panitia, Rochmad Cahyuji Ganny, menjelaskan bahwa turnamen berlangsung sejak 24–29 November, bertepatan dengan momen Hari Pahlawan.
“Kami memilih bulan November karena ingin membawa semangat perjuangan Hari Pahlawan ke dalam turnamen ini. Semangat itu yang ingin kami tanamkan, terutama kepada para atlet usia dini hingga remaja,” ujarnya.
Rochmad menyebut jumlah peserta tahun ini mencapai 775 atlet dari 45 kontingen dan 12 perguruan pencak silat, termasuk tim dari Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.
Baca juga: 5 Pelaku Pelecehan Gadis 13 Tahun Ditahan Polisi Gorontalo, Hanya 2 Diduga Setubuhi Korban
Dengan jumlah peserta sebanyak itu, panitia menghadapi tantangan besar dalam manajemen waktu.
“Kami harus memastikan semua kelas berjalan, wasit siap, dan arena selalu aktif tanpa jeda panjang. Itu yang paling menguras tenaga,” tuturnya.
Ia berharap turnamen ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga wadah pembinaan atlet dan silaturahmi antarperguruan.
“Kami berharap turnamen ini terus berlanjut dan semakin baik pada 2026,” tegasnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.