Minggu, 22 Maret 2026

Kota Gorontalo

Pasar Sentral Gorontalo Jadi Pusat Tongkrongan Baru di Malam Hari Berkat Puluhan UMKM Kopi

Setiap malam, Pasar Sentral Gorontalo kini kembali hidup. Puluhan UMKM kopi jadi magnet pengunjung muda yang ingin nongkrong sambil menikmati suasana.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Pasar Sentral Gorontalo Jadi Pusat Tongkrongan Baru di Malam Hari Berkat Puluhan UMKM Kopi
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
ANTUSIAS MASYARAKAT -- Potret aktivitas malam hari di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (7/11/2025). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO — Aktivitas pelaku UMKM di kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo setiap malam semakin ramai. 

Total ada 54 tenant kopi yang beroperasi di area barat, utara, selatan, dan timur kawasan pasar.

Salah satu pelaku UMKM kopi, Dede Latama, asal Kelurahan Siendeng, menuturkan bahwa dengan kehadiran para penjual di kawasan itu membuat Pasar Sentral kembali hidup.

“Awalnya sepi, tapi sekarang ramai lagi karena banyak pelaku UMKM berjualan di sini,” ujarnya.

Dede mengaku sudah dua bulan dia berjualan di lokasi itu dan pendapatannya ikut meningkat dibanding sebelumnya.

"Kalau meningkat ya 50 persen lah. Kalau saya memang jualan di sini bukan pindahan dari Panjaitan, " katanya. 

Ia bersama tiga orang temannya yang masih berstatus mahasiswa sama-sama berjualan kopi.

Dede pun merasa kebijakan pemerintah kota bisa menghidupkan jiwa pebisnis bagi anak muda.

Sebab, dari berjualan kopi sendiri mereka akhirnya memiliki pendapatan.

"Alhamdulillah kita diberi kesempatan berjualan di sini jadi punya pendapatan sendiri meski hanya seorang mahasiswa, " ujarnya. 

Tak hanya Dede, Rizki Potale, pedagang kopi lainnya juga menyebut pendapatannya meningkat sejak berjualan di Pasar Sentral.

Tak tanggung-tanggung, dalam waktu tiga minggu saja, Rizki berhasil meraup pendapatan jutaan rupiah.

Baca juga: iPhone 16 Plus Turun Harga di Awal November 2025, Saat Tepat untuk Beli!

Menurutnya, pengunjung lebih memilih untuk nongkrong di kawasan Pasar Sentral karena di setiap malam ada live music.

Sehingga hal itu membuat pengunjung tampak terhibur.

“Kalangan muda paling banyak datang kalau ada live music. Suasananya jadi hidup,” katanya.

Rizki biasa berjualan sejak pukul 19.00 Wita hingga tengah malam.

Dede dan Rizki pun berharap agar kawasan Pasar Sentral segera ditambahi fasilitas berupa lampu penerangan.

Sebab, di beberapa bagian masih gelap dan juga tambahan lokasi parkiran.

“Kalau bisa ditambah lampu, biar suasananya lebih terang dan nyaman,” ujar Dede.

Sementara itu, Aprilia Potabuga, salah satu pengunjung yang berasal dari Kotamibagu, Sulawesi Selatan mengaku takjub dengan perubahan di Pasar Sentral.

Kata Aprilia, dulunya kawasan Pasar ini sepi, hanya ada dua tenant yang jualan saat itu dan pengunjung pun tidak seramai seperti saat ini.

"Kaget saya Pasar Sentral cepat ramai, dulu baru ada dua di bagian utara ini ketambahan, " ucapnya. 

Menurutnya, kebijakan pemerintah untuk memberikan kelonggaran bagi anak muda berjualan merupakan hal yang positif termasuk mendokrak perputaran ekonomi. 

"Anak-anak muda harus diberdayakan, supaya mereka memiliki pendapatan. Jadi ini sangat positif, " jelasnya. 

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Mantan Calon Bupati Terjerat Korupsi hingga Jalan Kalimadu Diperbaiki

Senada dengan itu, Ayu Mohammad menambahkan bahwa Pasar Sentral kembali hidup dengan adanya aktivitas jualan di malam hari.

"Ini yang didambakan warga dulu, ingin Pasar Sentral ramai. Nah, sekarang berangsur-angsur mulai ditata dengan baik dan semakin ramai, " ucapnya.

Ia pun cukup setuju dengan intruksi dari Wali Kota Gorontalo untuk memperhatikan kebersihan area pasar setelah berjualan.

Sebab, pada pagi harinya Pasar ini menjadi tempat selayaknya.

"Pelaku UMKM tetap memperhatikan kebersihan sehingga pagi area ini tidak ada lagi sampah, itu penting agar tempat ini tidak kumuh, " terangnya. 

Pantauan TribunGoorontalo.com di Pasar Sentral Gorontalo, meski sempat diguyur hujan tapi antusias baik dari pedagang maupun pengunjung tetap tinggi. 

Sekitar pukul 19.30 para pedagang mulai membuka lapak-lapak mereka bahkan tidak perlu menunggu lama para pengunjung mulai berdatangan. 

Tak hanya itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pun turut hadir di tengah-tengah masyarakat untuk ngopi bersama sekaligus meninjau pasar. (*)

 

 

(TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved