One Way Kota Gorontalo
Akademisi Gorontalo Sebut Sistem Satu Arah Jalan HB Jassin sebagai Langkah Strategis Atasi Kemacetan
Rencana penerapan sistem satu arah di ruas Jalan HB Jassin (eks Jalan Agussalim) dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurai kemacetan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kendaraan-di-Jalan-HB-Jassin-Kota-Gorontalo.jpg)
Yuliyanti menegaskan bahwa keberhasilan penerapan sistem satu arah sangat bergantung pada koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat.
“Pada akhirnya, jalan bukan hanya soal arah, tapi soal kenyamanan bersama,” tegasnya.
Respons Pengemudi Ojol
Sementara itu, Topan Mursaha, salah satu pengemudi ojek online (ojol), memberikan pandangannya terkait rencana tersebut. Ia menilai bahwa penerapan sistem satu arah di Jalan H.B. Jassin belum terlalu mendesak.
“Menurut saya belum cocok diberlakukan satu arah karena belum terlalu padat, kecuali di waktu-waktu tertentu saja,” ujarnya kepada Tribun Gorontalo, Sabtu (25/10/2025).
Topan menilai bahwa kebijakan ini dapat mengurangi kenyamanan pengemudi dan memperpanjang waktu tempuh.
“Efektivitas waktu tempuh akan berkurang. Jadi rasanya tidak nyaman,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah mempertimbangkan kembali rencana tersebut dan lebih fokus pada ruas jalan yang memang padat kendaraan.
Baca juga: Soal Sistem Satu Arah Jalan HB Jassin, Warga Gorontalo: Belum Cocok Diterapkan
Dishub Kota Gorontalo Siapkan Uji Coba
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo akan menerapkan uji coba sistem satu arah di Jalan HB Jassin pada Senin dan Selasa, 27–28 Oktober 2025, masing-masing selama dua jam per hari.
Uji coba dilakukan di sepanjang ruas eks Jalan Agussalim hingga Simpang Lima Telaga sebagai bagian dari manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan di pusat kota.
Rahmanto Idji, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Gorontalo, mengatakan bahwa pelaksanaan uji coba dilakukan setelah melalui pembahasan dengan berbagai pihak.
“Ini baru tahap uji coba. Kami berhati-hati karena tujuannya untuk melihat efektivitasnya lebih dulu,” ujarnya kepada Tribun Gorontalo, Selasa (22/10/2025).
Menurut Rahmanto, sistem satu arah akan dimulai dari Simpang Empat MCD menuju utara hingga Simpang Lima Telaga. Selama masa uji coba, petugas Dishub akan disiagakan di beberapa titik untuk mengarahkan arus kendaraan.
“Kalau kendaraan masuk dari arah Simpang Lima Telaga, tidak bisa lagi langsung belok kanan ke Jalan H.B. Jassin.
Pengendara harus lewat Jalan Andalas atau Jalan Rambutan,” jelasnya.
Rahmanto mengungkapkan bahwa penerapan sistem satu arah ini dilakukan karena peningkatan jumlah kendaraan sebesar 5–10 persen per tahun, serta volume lalu lintas yang semakin tinggi di kawasan tersebut.
“VC rasio sudah 0,82. Artinya, 82 persen badan jalan sudah terisi kendaraan,” tuturnya.
Setelah uji coba, Dishub bersama pihak kepolisian dan stakeholder lainnya akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Untuk 27 dan 28 Oktober nanti, kita mulai dua jam dulu. Setelah evaluasi, baru diputuskan apakah dilanjutkan atau disesuaikan,” katanya.