Lipsus Damkar
Cerita Petugas Damkar Kota Gorontalo: Pengabdian Tanpa Batas meski Nyawa Jadi Taruhan
Agung Tess (35) dan Lukman Sako (24), dua petugas pemadam api yang sama-sama mendedikasikan diri di bawah tekanan waktu dan bahaya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Agung-Tess-dan-Lukman-Sako.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Setiap kali suara sirene meraung di jalanan Kota Gorontalo, dua sosok petugas pemadam kebakaran ini selalu sigap bersiap.
Mereka adalah Agung Tess (35) dan Lukman Sako (24), dua petugas pemadam api yang sama-sama mendedikasikan diri di bawah tekanan waktu dan bahaya.
Agung, warga Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, sudah lebih dari 13 tahun mengabdikan diri di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Gorontalo dan terangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu pada 2025.
Ia mulai bertugas sejak tahun 2008 di BPBD sebelum resmi bergabung dengan Dinas Pemadam Kebakaran pada 2012.
“Saya sudah mengenal cara evakuasi kebakaran dan non-kebakaran sejak lama,” katanya saat ditemui di kantor Damkar Kota Gorontalo, Senin (13/10/2025).
Menurut Agung, menjadi petugas pemadam kebakaran bukan sekadar pekerjaan, tapi pengabdian penuh risiko.
“Setiap kali turun ke lapangan, nyawa jadi taruhannya,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi darurat. Bagi Agung, rasa takut bukan alasan untuk mundur.
“Kalau sudah panggilan tugas, kami siap berangkat kapan saja,” tegasnya.
Agung kini hidup bersama istri dan dua anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP.
“Mereka sudah tahu pekerjaan saya seperti apa. Kadang mereka cuma bilang, ‘Bapak, hati-hati di lapangan,’” ucapnya sambil tersenyum.
Berbeda dengan Agung yang sudah belasan tahun bertugas, Lukman Sako (24) adalah petugas muda yang baru bergabung di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Gorontalo.
Ia tinggal di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, dan baru saja terangkat sebagai pegawai P3K paruh waktu.
“Kalau turun ke lapangan, hampir setiap hari,” ujarnya singkat.
“Tergantung laporan dari masyarakat. Begitu ada kebakaran, kami langsung bergerak,” sambungnya.