Polemik Kampung Nelayan Gorontalo
Lurah Leato Blak-blakan! Penolak Kampung Nelayan Gorontalo Rupanya Warga Luar
Lurah Leato Selatan, Don Reffliano Lamusu, mengonfirmasi isu penolakan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah tersebut.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-09-15_Leato-Selatan_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Lurah Leato Selatan, Don Reffliano Lamusu, mengonfirmasi isu penolakan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah tersebut.
Menurutnya, tidak ada satupun warga Leato Selatan yang menolak program nasional tersebut.
"Justru masyarakat mendukung penuh, karena program ini tujuannya untuk kesejahteraan warga pesisir, " ujarnya saat dikonfirmasi melalui via whatsapp, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, penolakan yang terjadi belakangan ini justru datang dari pihak keluarga yang berdomisili di luar wilayah Leato Selatan.
Baca juga: PUPR Provinsi Gorontalo Dorong Permukiman Kumuh Jadi Lebih Layak Huni Lewat Survei Infrastruktur
"Kalau ada yang merasa memiliki lahan, mereka itu bukan warga Leato Selatan, tapi tinggal di wilayah Talumolo,” jelasnya.
Ia menjelaskan, lahan yang digunakan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan aset resmi Pemerintah Kota Gorontalo dengan empat sertifikat yang sah.
“Itu aset kota. Jadi kalau ada pihak yang merasa memiliki, silakan tempuh jalur hukum, jangan langsung menghentikan proyek. Apalagi ini proyek strategis nasional program Presiden,” tegasnya.
Reffliano menerangkan desain Kampung Nelayan Merah Putih bukan berupa perumahan, melainkan kawasan terpadu dengan berbagai fasilitas untuk masyarakat nelayan.
Adapun fasilitas di dalamnya ada pabrik es batu, cold storage, SPBUN, bengkel hingga dermaga.
“Begitu juga ada tempat kuliner dan kantor operasional. Jadi ini satu kesatuan untuk mendukung aktivitas ekonomi nelayan,” terangnya.
Ia menambahkan, pembangunan proyek ini juga melibatkan pekerja lokal dari Leato Selatan.
Baca juga: Trump dan Netanyahu Sepakat Soal Rencana Damai Gaza, Hamas Belum Beri Kepastian
Setelah rampung, pengelolaannya akan dipercayakan kepada koperasi Merah Putih yang telah dibentuk sejak awal.
"Tidak lain tidak bukan pengelolanya dari anggota Koperasi Merah Putih yang dibentuk dari 50 kelurahan, "benernya.
Sementara untuk total luas lahan sekitar 20 ribu meter persegi atau kurang lebih dua hektar.
“Semua demi kepentingan masyarakat Leato Selatan. Jadi kami pastikan dukungan penuh warga ada di belakang program ini,” tegasnya.
Cekcok Wali Kota Gorontalo dan Warga
Sebelumnya sempat ramai Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea cekcok dengan seorang warga yang menolak lahannya dijadikan lokasi proyek tersebut.
Pria yang mengaku sebagai perwakilan GRIB Jaya itu bahkan sempat berseteru tegang dengan wali kota dua periode tersebut.
Belakangan, Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Provinsi Gorontalo, Andi Ilham, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak pernah mengeluarkan instruksi resmi terkait penggunaan atribut ormas dalam polemik proyek Perkampungan Nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo.
Pernyataan ini disampaikan Andi Ilham untuk meluruskan anggapan publik yang menyebut GRIB Jaya terlibat secara kelembagaan dalam aksi penolakan terhadap proyek strategis nasional tersebut.
“Itu murni inisiatif pribadi. Bukan instruksi dari GRIB. Saya sudah konfirmasi langsung, beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena kebetulan saja menggunakan atribut tersebut,” ujar Andi Ilham melalui pesan WhatsApp, Senin (29/9/2025).
Andi Ilham menegaskan bahwa penggunaan atribut GRIB oleh salah satu individu dalam polemik tersebut tidak mewakili sikap resmi organisasi.
Ia menyebut, tidak ada seruan, ajakan, atau undangan dari GRIB Jaya untuk hadir di lapangan menggunakan identitas ormas.
“Kalau pun ada pertemuan atau kabar-kabar lain, itu bukan kegiatan resmi GRIB. Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada seruan organisasi. Jadi tidak usah dikaitkan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh anggota dan simpatisan GRIB Jaya di Gorontalo agar tidak sembarangan menggunakan atribut organisasi dalam kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan agenda resmi.
“Mulai hari ini saya minta teman-teman jangan lagi menggunakan atribut di luar kegiatan organisasi. Kita tidak ingin muncul kesalahpahaman,” tandasnya.
Lebih lanjut, Andi Ilham menyatakan bahwa GRIB Jaya di Gorontalo mendukung penuh program-program pembangunan strategis nasional, termasuk proyek Perkampungan Nelayan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.