Adipura Gorontalo 2025
Kota Gorontalo Sibuk Tangani Sampah dan Drainase demi Raih Piala Adipura 2025
Menjelang Penganugerahan Adipura 2025, Kota Gorontalo tampak bergerak cepat. Sejumlah titik vital kota mengalami penanganan intensif,
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ADIPURA-Pemerintah-Kota-Gorontalo-masalah-drainase-Senin-2992025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Menjelang Penganugerahan Adipura 2025, Kota Gorontalo tampak bergerak cepat.
Sejumlah titik vital kota mengalami penanganan intensif, dari pengelolaan sampah hingga pengerukan drainase.
Fenomena karung-karung lumpur yang berjajar di tepi jalan menjadi pemandangan baru yang menyita perhatian warga.
TribunGorontalo.com melakukan pantauan langsung pada Minggu (28/9/2025) di beberapa lokasi strategis: Pasar Sentral Gorontalo, Jalan Budi Utomo kawasan SMA Negeri 7, Jalan Gelatik, hingga Jalan Rajawali.
Hasilnya, terlihat keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam menyiapkan kota menuju penilaian Adipura.
Di kawasan Pasar Sentral Gorontalo, para petugas pengangkut sampah masih berjibaku hingga pukul 10.00 Wita.
Mereka menyisir tumpukan sampah di pinggiran jalan, menunjukkan intensitas kerja yang tak biasa.
Aktivitas ini menjadi bukti bahwa persiapan Adipura bukan sekadar seremoni, melainkan kerja nyata.
Yang paling mencolok terlihat di Jalan Gelatik dan Jalan Budi Utomo. Di sepanjang jalan, karung-karung berisi endapan lumpur hasil pengerukan saluran air beberapa hari sebelumnya tampak berjajar rapi.
Kondisi serupa terlihat di sejumlah sudut lain Kota Gorontalo. Warga dan kelompok masyarakat membersihkan got, mengangkat lumpur, dan menaruhnya dalam karung di tepi jalan.
Di Jalan Rajawali, Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, dua pemuda terlihat sibuk. Satu dengan sekop, satu lagi bolak-balik mengangkut lumpur menggunakan argo.
Rendi Mohamad, pengemudi bentor yang melintas, mengaku kaget melihat pemandangan tersebut.
“Kaget juga baru pertama liat. Ada banyak begini juga di sebelah sana,” ujarnya sambil menunjuk ke arah pusat kota.
Meski terkejut, Rendi menilai upaya itu sudah seharusnya dilakukan pemerintah. “Apalagi untuk mengantisipasi genangan air saat hujan,” tambahnya.
Fenomena karung-karung lumpur ini ternyata bukan kebetulan. Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kota Gorontalo, Santi Moo, mengungkap bahwa fokus tahun ini bukan hanya pada kebersihan jalan, tapi juga drainase.
| Sebelum Kecelakaan Maut di Minsel, Sopir PO Garuda Gorontalo Pernah Alami Tabrakan Ringan |
|
|---|
| 7 Fakta Kecelakaan Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Panggilan Terakhir Fanni Jadi Sorotan |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer Besok Senin 16 Maret 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan |
|
|---|
| Tangis Guru dan Siswa SMA Negeri 5 Gorontalo Iringi Pemakaman Yessi Sukersi Mustaki |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Aries dan Taurus Besok Senin 16 Maret 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan |
|
|---|