Petugas Sampah Kecelakaan
Ois Nusi, Petugas Sampah Kota Gorontalo yang Kecelakaan, Dikenal Penurut dan Santun
Ois Nusi, petugas sampah Kota Gorontalo yang dikenal santun dan penurut, kini kritis setelah kecelakaan saat bertugas di jalan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ois-nusi-dan-misi-nusi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Ois Nusi (24) pemuda asal Kabupaten Gorontalo kini terkulai lemas di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan saat bertugas sebagai petugas pengangkut sampah.
Kecelakaan yang berawal dari sebuah kabel listrik melintang di jalan membuat Ois mengalami cedera serius di kepala dan leher.
Hingga kini, korban belum sadarkan diri.
Misi Nusi, Ayah korban mengatakan Ois dikenal sebagai orang yang penurut, santun dan tak suka membangkang.
Apapun perintah dari sang ayah bakal dilakukan Ois.
Ia pun kaget ketika dikabarkan anaknya mengalami kecelakaan.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Petugas Sampah Kecelakaan hingga Kronologi WNA Belanda Jatuh di Air Terjun
"Saya sayang sekali dia ini pak, dia ini tinggal dengan saya. Dia penurut tidak pernah membantah apa yang saya perintahkan. Saya kaget kenapa harus terjadi begini sama anak saya, " tutupnya dengan air mata yang mulai keluar dari pipi sang ayah.
Kata Misi, ia mendapat kabar anaknya kecelakaan saat sedang membuat gula merah.
Khawatir iya, bahkan alat yang dipakai untuk membuat gula merah pun diletakkan begitu saja.
"Saya biarkan saja. Anak saya lebih penting, " Kata Misi sembari menatap ruangan yang menjadi tempat anaknya dirawat.
Rencana menghadiri tahlilan di desa tetangga pun terpaksa harus ditunda karena kondisi Ois.
"Iya, habis Magrib rencananya kami akan ke Dulamayo untuk menghadiri aruwa (tahlilan), " ujarnya.
Ia pun hanya bisa pasrah dan berdoa agar anaknya bisa pulih dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: Kronologi Ois Nusi, Petugas Angkut Sampah Kota Gorontalo Kritis, Tubuhnya Sampai Terpental di Aspal
Keluarga lain tampak histeris melihat kondisi Ois yang terkapar lemah di ranjang rumah sakit.
Beberapa anggota keluarga memeluk tubuhnya sambil menangis, berharap putra mereka segera pulih.