Berita Kota Gorontalo
2 Minggu Air Bersih tak Mengalir ke Kelurahan Pohe Gorontalo, Air Asin jadi Alternatif
Krisis air dialami oleh mayoritas warga Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Kamis (4/9/2025).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-ibu-rumah-tangga-mencuci-pakaian-pakai-air-asin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Krisis air dialami oleh mayoritas warga Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Kamis (4/9/2025).
Kelurahan yang berada di pesisir Kota Gorontalo itu mengaku kesulitan air bersih sejak dua minggu belakangan ini.
Padahal, saat ini warga di wilayah tersebut dalam persiapan menyambut hari besar dalam kalender Islam, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW.
Secara lokal, Walimah di Gorontalo adalah tradisi khusus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang biasanya diisi dengan ritual zikir dan arak-arakan tolangga (keranda kue tradisional).
Dalam dua pekan tak bisa akses air bersih memamang memberatkan warga. Namun lebih berat lagi ketika diperhadapkan dengan agenda besar seperti Walimah.
“Persiapan Maulid, jadi masyarakat butuh air,” keluh Selmi Pasue, warga Pohe, Jumat (5/9/2025).
Selmi menuturkan, sejak Jumat pekan lalu, suplai air ke rumahnya tidak mengalir secara normal.
Kadang muncul sebentar, lalu kembali mati. Namun paling banyak dalam kondisi mati. Kondisi ini membuat warga resah.
“Sejak hari Jumat minggu lalu, sudah dua minggu dengan ini,” ungkapnya.
Ia menyebut biasanya aliran air cukup lancar. Namun kali ini, meski sempat mengalir dua hari lalu, hanya sebagian wilayah yang mendapatkannya.
“Biasanya kondisi normal, tapi sekarang sering mati. Dua hari lalu sempat ada air, tapi hanya di beberapa bagian saja,” tambah Selmi.
Kondisi ini diperparah dengan tetap dikenakannya tagihan bulanan oleh Perumda Muara Tirta.
Selmi mengaku tetap membayar iuran air sekitar Rp 85-87 ribu setiap bulan meski hampir dua minggu tidak menikmati aliran air normal.
Warga lain, Viki, terpaksa menimba air dari sumur untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun karena Pohe berada di pesisir selatan Kota Gorontalo, air sumur yang digunakan bercampur rasa asin.
“Ini saya timba dari air sumur,” kata Viki sambil menenteng ember berisi air.
Air tersebut hanya dipakai untuk mencuci dan mandi.
“Air sumurnya asin, tapi mau bagaimana lagi. Tidak ada pilihan lain,” keluhnya.
Sementara kebutuhan masak seringkali harus ditopang dari air depot.
Terkait kendala aliran air ini, Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo mengonfirmasi alasannya.
Perusahaan pengelola air bersih di Kota Gorontalo itu mengakui saat ini ada pekerjaan interkoneksi jaringan pipa distribusi utama ke Reservoir Kapasitas 50 M3 di Kelurahan Tenda, Kota Gorontalo.
Pihak perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan serta mengimbau masyarakat di wilayah terdampak.
Dalam informasinya, Perumda Tirta Kota Gorontalo menjelaskan sejumlah wilayah terdampak tak cuma Kelurahan Pohe, namun juga Pabea, Tanjung Kramat, Siendeng, hingga Tenilo.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan anda. Terima kasih,” tulis Perumda Muara Tirta dalam pengumumannya tertanggal 27 Agustus 2025. (*/Jian)
| Juru Parkir Pasar Senggol Gorontalo Andalkan Keramaian Jelang Lebaran, Tarif Naik Saat Tumbilotohe |
|
|---|
| Geger! Ular Cobra Bersembunyi di Kamar Rumah Warga Tenilo Kota Gorontalo |
|
|---|
| Remaja Perempuan di Kota Gorontalo Terciduk Balap Liar di Depan SMANTIG |
|
|---|
| Satpol PP Kota Gorontalo Sisir Taman, Pastikan Kebersihan UMKM dan Tertibkan Baliho Tak Berizin |
|
|---|
| Data SE2026 Dianggap Kunci Pemetaan Persaingan Usaha di Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.