Demo Mahasiswa Gorontalo
Gubernur Gorontalo Janji Kawal Tuntutan Mahasiswa ke Kemendagri
Aksi unjuk rasa digelar Aliansi Merah Maron, yang mayoritas anggotanya adalah mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
Penulis: Wawan Akuba | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Gorontalo-temui-massa-aksi-di-bundaran-Saronde.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Gubernur Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syaidah, Ketua DPRD Thomas Mopili, dan Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo akhirnya menemui pengunjuk rasa di Bundaran Saronde, Kota Gorontalo, Senin (1/9/2025).
Aksi unjuk rasa digelar Aliansi Merah Maron, yang mayoritas anggotanya adalah mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), telah berlangsung selama dua jam.
Bundaran Saronde sengaja dipilih sebagai pusat aksi karena dianggap sebagai titik paling strategis untuk menyuarakan tuntutan mereka.
Sebelum para pemimpin daerah hadir, sempat terjadi negosiasi antara koordinator aksi dan Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Suryono.
Lobi ini membahas teknis pertemuan, mengingat besarnya jumlah massa dan situasi yang mulai memanas.
Pada puncaknya, Presiden BEM UNG, Surya Reska Umar, melontarkan ultimatum.
"Kami tunggu 10 menit untuk berada di sini," katanya lantang dari atas mobil komando, membuat suasana semakin tegang.
Benar saja, setelah ultimatum diberikan, ketiga pejabat itu akhirnya hadir di lokasi.
Namun, awalnya mereka hanya berdiri sekitar 10 meter dari titik kumpul mahasiswa.
Kondisi sempat membingungkan karena masih ada tarik-menarik tentang siapa yang harus mendekat.
Sementara itu, suasana aksi semakin panas dengan kepulan asap hitam dari ban bekas yang dibakar mahasiswa sebagai simbol perlawanan.
Ketegangan ini membuat aparat keamanan memperketat pengawasan di sekitar Bundaran Saronde.
Beberapa mahasiswa sempat berdebat dengan polisi, menolak opsi pertemuan yang dianggap menjaga jarak antara pejabat dan rakyat.
Pada akhirnya, Gubernur Gusnar Ismail, Kapolda Irjen Widodo, Ketua Deprov Thomas Mopili, dan Wakil Gubernur Idah Syahidah memutuskan untuk duduk bersila di jalan, mendengarkan tuntutan para pengunjuk rasa secara langsung.
Hal ini berhasil meredam ketegangan dan menunjukkan niat baik dari pihak pemerintah.
Janji Gubernur Gorontalo
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, berjanji akan mengawal langsung surat tuntutan mahasiswa ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
"Saya menyatakan siap memberikan surat pengantar dengan lampiran tuntutan mahasiswa dan akan memberikan surat pengantar khusus kepada Kemendagri," ujarnya.
Ia juga menegaskan akan mengantarkan langsung surat tersebut hingga bertemu dengan pihak Kemendagri.
"Saya akan mengantar langsung surat itu ke Kemendagri yang akan Anda saksikan seluruh rakyat Gorontalo," jelasnya.
Gusnar juga menyatakan akan menunggu tindak lanjut dari Kemendagri dan Presiden.
"Kita siap menantikan apa tindak lanjut yang akan diambil Kemendagri dan Bapak Presiden RI, Prabowo," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Idah Syaidah menuturkan dukungannya terhadap aspirasi mahasiswa sebagai representasi rakyat Gorontalo. Ia menyarankan agar ada perwakilan mahasiswa yang ikut mendampingi Gubernur ke Jakarta.
"Pak Gubernur, saya mohon kiranya ada keterwakilan mahasiswa yang mendampingi bapak di Jakarta," jelasnya.
Menurutnya, hal ini penting agar mahasiswa dapat menyaksikan langsung kerja pemerintah. "Agar kalian yakin, kalian saksikan langsung kerja kepemimpinan Gusnar Ismail dan Idah Syaidah," terangnya.
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menyampaikan bahwa dirinya telah menepati janji untuk menghadirkan tiga pimpinan daerah.
"Saya sudah tepati janji saya, saya hadirkan tiga pimpinan, ada bonus satu, hadirkan Ibu Idah Syaidah, artinya saya tidak jadi mundur," katanya.
Ia berjanji akan ikut mengawal tuntutan mahasiswa.
"Saya sepakat dengan Pak Gubernur untuk mengawal surat ke Kemendagri dan setuju menghadirkan perwakilan mahasiswa untuk mendampingi Pak Gubernur," tambahnya.
Senada, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo mengungkapkan akan mengevaluasi semua aspirasi yang disampaikan.
Mengingat ia belum lama menjabat, Gusnar meminta waktu untuk melakukan evaluasi internal.
"Saya meminta evaluasi secara internal. Kita cek ke dalam dan ke luar seperti apa. Banyak masukan mahasiswa, maka saya terima dengan terbuka," katanya.
Ia juga berjanji akan menuntaskan kasus-kasus di Gorontalo seiring berjalannya waktu.
"Saya berjanji akan menuntaskan kasus yang ada karena saya tidak bermain dengan kasus yang ada, cek rekam jejak saya," tegasnya.
Setelah penyampaian tersebut, suasana aksi mulai membaik, meskipun sebelumnya sempat terlihat kepulan asap hitam dari ban bekas yang dibakar mahasiswa sebagai simbol perlawanan.
Warga mulai memadati area tugu untuk mendengarkan langsung pernyataan para pemimpin.
Hingga pukul 17.35 WITA, teriakan orator mulai mereda, dan perwakilan warga, pemerintah, serta pihak kepolisian akhirnya berjabat tangan.
(Tribungorontalo.com/wa/jp)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.