Pemkab Gorontalo
Bupati Gorontalo Lepas Petugas Sensus Ekonomi 2026, Sofyan Puhi Tekankan Pentingnya Akurasi Data
Ratusan petugas lapangan dilepas secara resmi oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dalam sebuah agenda resmi
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Gorontalo-Sofyan-Puhi-menyerahkan-penghargaan.jpg)
Pendataan lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama dua setengah bulan, terhitung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr Suparno, menjelaskan bahwa disrupsi teknologi menjadi alasan kuat mengapa sektor digital menjadi bidikan utama tahun ini.
Dalam pendataan kali ini, BPS memang memberikan penekanan khusus pada pemetaan sektor ekonomi digital yang perkembangannya kian masif di wilayah tersebut.
"Di Sensus Ekonomi ini ada penekanan untuk ekonomi digital. Mungkin di tahun-tahun sebelumnya itu belum tercatat ya, dan memang belum banyak. Kalau sekarang kan ekonomi digital hampir semua pelaku ekonomi pasti menggunakan digital untuk pemasaran bahkan untuk membuat produknya," jelas Suparno kepada wartawan pascaagenda pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Suparno menguraikan, 439 petugas yang diterjunkan telah melewati pelatihan intensif yang dibagi dalam tiga gelombang guna memastikan standardisasi pendataan.
Mengingat aktivitas ekonomi digital kerap tersembunyi di dalam rumah, BPS mengutamakan perekrutan mitra kerja lokal yang memahami karakteristik wilayahnya masing-masing.
"Setiap petugas sudah memiliki wilayah tugas yang dipetakan dari awal agar tidak tumpang tindih. Beban tugas mereka relatif sama, mengunjungi sekitar 400 sampai 600 KK dalam dua setengah bulan," tambahnya.
Suparno lantas mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Gorontalo untuk menyukseskan jalannya Sensus Ekonomi 2026.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menerima kedatangan petugas kami dan bisa memberikan data yang benar agar bisa menghasilkan data akurat yang bisa digunakan untuk kebijakan pembangunan nasional jadi lebih tepat sasaran," tutup Suparno. (*)