Pemkab Gorontalo
Bupati Gorontalo Lepas Petugas Sensus Ekonomi 2026, Sofyan Puhi Tekankan Pentingnya Akurasi Data
Ratusan petugas lapangan dilepas secara resmi oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dalam sebuah agenda resmi
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Gorontalo-Sofyan-Puhi-menyerahkan-penghargaan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, secara resmi melepas 439 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Ballroom Amaris Hotel Gorontalo
- Bupati menegaskan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan rujukan utama yang sangat strategis untuk evaluasi, arah pembangunan daerah
- Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, menjelaskan bahwa sensus tahun ini memberikan penekanan khusus pada pemetaan sektor ekonomi
TRIBUNGORONTALO.COM – Sensus Ekonomi 2026 mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Ratusan petugas lapangan dilepas secara resmi oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dalam sebuah agenda resmi di Ballroom Amaris Hotel Gorontalo pada Rabu (10/6/2026).
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyampaikan bahwa hasil dari sensus ekonomi ini memiliki peran sangat strategis sebagai instrumen evaluasi dan kompas arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Gorontalo.
"Hasil sensus adalah gambaran bagi pelaksanaan pembangunan di daerah. Sejauh mana keberhasilan yang kita capai, dan menjadi bahan evaluasi kita tentang apa saja yang perlu kita benahi agar pelaksanaan pembangunan ke depan sesuai dengan visi dan misi yang telah dicanangkan," ujar Sofyan disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Sofyan menceritakan pengalamannya sejak awal menjabat dalam memimpin daerah, di mana akurasi data BPS selalu menjadi rujukan utama, termasuk saat berhadapan dengan calon investor.
"Saya sejak dilantik jadi bupati yang saya baca dulu adalah data dan angka dari BPS. Karena ini kalau dianggap, seperti 'Alquran' (panduan utama) kita, setelah itu baru RPJMD," ungkapnya.
Bupati juga mengaitkan akurasi data sensus dengan ketepatan penyaluran program jaminan sosial yang kerap memicu polemik di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan pentingnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau Data Terpadu Sensus (DTSEN).
"Data DTSEN ini hal yang sangat penting sebab semua kebijakan termasuk bantuan sosial bersumber dari sana. Kami yakin dengan komitmen kita semua untuk menghadirkan data terbaik dan akurat. Di tangan Bapak/Ibu lah kami mendapatkan data terbaik, karena kalau Bapak/Ibu salah menyajikan data, maka kami juga akan salah mengambil kebijakan," tegas Bupati.
Merespons keragaman karakteristik wilayah di 205 desa/kelurahan se-Kabupaten Gorontalo, Bupati Sofyan Puhi mengakui bahwa tantangan petugas di lapangan tidaklah mudah, mengingat kondisi geografis yang sangat variatif.
"Bapak/Ibu petugas pasti akan turun naik rumah dan menemui berbagai macam tipikal masyarakat dengan berbagai persoalan. Ini menjadi bagian dari tantangan Bapak/Ibu sekalian," kata Sofyan memberi semangat.
Ia menambahkan bahwa mengorek data dari masyarakat dengan tingkat pendidikan yang berbeda-beda membutuhkan ilmu dan pendekatan khusus. Kendati demikian, Bupati optimistis terhadap kapasitas para personel BPS yang diterjunkan.
"Dengan semangat, kita turun langsung ke kecamatan dan desa untuk menghasilkan yang terbaik. Selamat bertugas, semoga amanah ini dilaksanakan sebaik-baiknya," tandas Bupati Sofyan Puhi.
Baca juga: BPS Kabupaten Gorontalo Terjunkan 439 Petugas Sensus Ekonomi 2026
BPS Terjunkan Ratusan Petugas Guna Petakan Potensi Ekonomi
Untuk menyukseskan gelaran berskala besar ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo menerjunkan sebanyak 439 petugas lapangan.
Pendataan lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama dua setengah bulan, terhitung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr Suparno, menjelaskan bahwa disrupsi teknologi menjadi alasan kuat mengapa sektor digital menjadi bidikan utama tahun ini.
Dalam pendataan kali ini, BPS memang memberikan penekanan khusus pada pemetaan sektor ekonomi digital yang perkembangannya kian masif di wilayah tersebut.
"Di Sensus Ekonomi ini ada penekanan untuk ekonomi digital. Mungkin di tahun-tahun sebelumnya itu belum tercatat ya, dan memang belum banyak. Kalau sekarang kan ekonomi digital hampir semua pelaku ekonomi pasti menggunakan digital untuk pemasaran bahkan untuk membuat produknya," jelas Suparno kepada wartawan pascaagenda pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Suparno menguraikan, 439 petugas yang diterjunkan telah melewati pelatihan intensif yang dibagi dalam tiga gelombang guna memastikan standardisasi pendataan.
Mengingat aktivitas ekonomi digital kerap tersembunyi di dalam rumah, BPS mengutamakan perekrutan mitra kerja lokal yang memahami karakteristik wilayahnya masing-masing.
"Setiap petugas sudah memiliki wilayah tugas yang dipetakan dari awal agar tidak tumpang tindih. Beban tugas mereka relatif sama, mengunjungi sekitar 400 sampai 600 KK dalam dua setengah bulan," tambahnya.
Suparno lantas mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Gorontalo untuk menyukseskan jalannya Sensus Ekonomi 2026.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menerima kedatangan petugas kami dan bisa memberikan data yang benar agar bisa menghasilkan data akurat yang bisa digunakan untuk kebijakan pembangunan nasional jadi lebih tepat sasaran," tutup Suparno. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.