Nelayan Gorontalo Hilang
Tim SAR Perluas Area Pencarian Nelayan Gorontalo hingga Tilamuta
Tim SAR gabungan mengerahkan personel dan armada pencarian untuk menelusuri kemungkinan keberadaan korban
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tim-Basarnas-saat-tiba-setelah-setengah-hari-melakukan-pencarian.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim SAR gabungan memperluas area pencarian nelayan hilang bernama Hermana Ali di Teluk Tomini.
- Pencarian hari kedua difokuskan ke arah barat menuju wilayah Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
- Tim menghadapi kendala cuaca berupa gelombang setinggi 1-2 meter dan angin kencang.
- Perahu korban ditemukan mengapung tanpa awak sekitar 11 mil laut dari garis pantai.
- Operasi SAR akan dimaksimalkan selama tujuh hari sesuai prosedur standar operasional Basarnas.
TRIBUNGORONTALO.COM – Memasuki hari kedua operasi pencarian nelayan yang hilang di Perairan Teluk Tomini, tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Hermana Ali (40), warga Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.
Pencarian yang dilakukan sejak Rabu (10/6/2026) pagi diperluas dengan menyisir area laut yang lebih luas di sekitar lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan mengerahkan personel dan armada pencarian untuk menelusuri kemungkinan keberadaan korban berdasarkan analisis kondisi arus dan angin.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidu, mengatakan pencarian dimulai sejak pagi hari dengan cakupan area yang cukup luas.
Ia menjelaskan tim bergerak menuju lokasi perkiraan kejadian dan melakukan penyisiran sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.
"Kami melanjutkan pencarian pada pukul 07.00 kami bergerak menuju LKP dengan melakukan pencarian seluas area kurang lebih 50 Nautical Mile," ujar Halidin.
Selain tim SAR, upaya pencarian juga dilakukan oleh keluarga korban dan masyarakat setempat di sekitar lokasi kejadian.
Meski pencarian telah dilakukan hingga siang hari, hasilnya masih belum membuahkan hasil.
"Sampai siang hari ini (12.00) setelah search area yang kami cari, kami sudah selesaikan dan hasilnya masih nihil," katanya.
Dalam pelaksanaan operasi, tim menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca dan gelombang laut yang cukup berpengaruh terhadap proses pencarian.
Halidin menyebut tinggi gelombang dan kecepatan angin menjadi salah satu kendala yang dihadapi personel di lapangan.
"Kendala di lapangan ombak setinggi 1-2 meter kemudian angin itu sekitar 10-20 knot," ungkapnya.
Meski demikian, operasi pencarian tidak dihentikan.
Setelah evaluasi sementara pada siang hari, tim memutuskan untuk mengembangkan area pencarian ke wilayah baru yang berada di arah barat.