Nelayan Gorontalo Hilang
Tim SAR Perluas Area Pencarian Nelayan Gorontalo hingga Tilamuta
Tim SAR gabungan mengerahkan personel dan armada pencarian untuk menelusuri kemungkinan keberadaan korban
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tim-Basarnas-saat-tiba-setelah-setengah-hari-melakukan-pencarian.jpg)
Langkah tersebut dilakukan berdasarkan pergerakan arus dan angin yang diperkirakan dapat memengaruhi posisi korban.
Area pencarian selanjutnya akan difokuskan ke arah Kabupaten Boalemo, tepatnya wilayah Tilamuta.
Sementara itu, perahu milik korban yang sebelumnya ditemukan mengapung tanpa awak telah berhasil dievakuasi warga ke Desa Kayubulan.
Menurut informasi yang dihimpun tim SAR, lokasi penemuan perahu berada cukup jauh dari garis pantai.
"Dari pantai ke lokasi perahu tersebut ditemukan sekitar 11 nautical mile," kata Halidin.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo memastikan operasi pencarian akan terus dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.
Halidin menegaskan pencarian akan dimaksimalkan selama masa operasi SAR yang telah ditentukan.
"Sesuai SOP Basarnas pencarian akan tetap dimaksimalkan sebanyak 7 hari," ujarnya.
Ia menambahkan, apabila hingga batas waktu tersebut tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka pelaksanaan operasi akan dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, seorang nelayan asal Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Teluk Tomini.
Perahu yang digunakan korban telah ditemukan dalam kondisi tanpa awak, sementara pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Korban diketahui bernama Hermana Ali (40), warga Desa Kayubulan.
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo, Hermana berangkat mencari ikan pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 03.00 WITA menggunakan sebuah perahu.
Baca juga: Pemprov Gorontalo Siapkan SPAM Regional, Distribusi Air Minum Berkualitas dan Murah di 3 Wilayah
Namun hingga beberapa hari setelah keberangkatannya, korban tak kunjung pulang ke rumah sehingga menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga.
Keluarga kemudian melakukan pencarian secara mandiri.