Rabu, 18 Maret 2026

Dapur MBG Ditutup

Bayi di Tuladenggi Gorontalo Diduga Keracunan Kue Sus MBG, SPPG Ditutup Sementara

Kasus dugaan keracunan yang dialami seorang balita usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Bayi di Tuladenggi Gorontalo Diduga Keracunan Kue Sus MBG, SPPG Ditutup Sementara
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
MBG GORONTALO -- SPPG di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, ditutup sementara usai dugaan kasus keracunan yang dialami seorang balita, Rabu (18/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Seorang balita diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tuladenggi
  • Peristiwa ini berujung pada penutupan sementara operasional SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Provinsi Gorontalo,
  • Kepala Regional BGN Provinsi Gorontalo, Zulkifl Talhumala, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas dengan menutup sementara SPPG yang bermasalah

TRIBUNGORONTALO.COM, - Seorang balita diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Peristiwa ini berujung pada penutupan sementara operasional SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Provinsi Gorontalo, sambil menunggu proses evaluasi menyeluruh.

Relawan SPPG, Sunarti Sude, mengungkapkan bahwa makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah kue sus yang dibagikan untuk menu berbuka puasa.

Ia menjelaskan, kue tersebut bukan makanan berat karena penyaluran selama Ramadan memang difokuskan pada makanan ringan.

Namun, kondisi kue yang diduga tidak layak konsumsi menjadi pemicu insiden tersebut.

Menurutnya, reaksi yang ditimbulkan pada balita tersebut terjadi sangat cepat setelah mengonsumsi kue.

“Lima menit sesudah makan itu dia muntah-muntah, baru sudah bangka wajahnya,” jelasnya saat diwawancarai wartawan TribunGorontalo.com, Rabu (18/3/2026).

Sunarti juga menyebut bahwa kue sus tersebut memiliki kandungan fla yang rentan basi jika tidak dikelola dengan baik.

Diduga, kue tersebut telah diproduksi beberapa hari sebelum akhirnya dikonsumsi.

Sebelumnya, pihak relawan mengaku pernah menolak penggunaan kue serupa karena dinilai tidak tahan lama.

“Sebelumnya pernah pakai dipesan di sini, karena tidak tahan lama makanya ditolak,” ujarnya.

Namun, kue yang didistribusikan dalam kasus ini ternyata dipesan dari luar tanpa koordinasi menyeluruh.

“Yang pesan Kepala SPPG tanpa sepengetahuan mitra dan dengan yayasan,” tambahnya.

BGN Tutup Sementara SPPG Desa Tuladenggi 

SPPG di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru tttttt
MBG GORONTALO -- SPPG di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, ditutup sementara usai dugaan kasus keracunan yang dialami seorang balita, Rabu (18/3/2026).

Di tempat yang sama, Kepala Regional BGN Provinsi Gorontalo, Zulkifl Talhumala, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas dengan menutup sementara SPPG yang bermasalah.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan kualitas layanan di tahun 2026.

Sebelum menyampaikan pernyataannya, Zulkifl menjelaskan bahwa fokus BGN kini tidak hanya pada kuantitas dapur, tetapi juga kualitas makanan yang disajikan.

“Dan kita sudah berkomitmen apabila ada SPPG yang melanggar SOP atau kejadian luar biasa di satu SPPG maka SPPG itu akan kita tutup sementara,” katanya kepada wartawan TribunGorontalo.com

Terkait kasus di Tuladenggi, ia menyebut adanya laporan dugaan keracunan dari Dinas Kesehatan.

“Kemarin ada informasi dari dinas kesehatan juga bahwa terjadi dugaan keracunan itu dari konsumsi makanan dari SPPG,” ungkapnya.

Meski demikian, Zulkifl menegaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara dan bukan pemutusan hubungan kerja.

Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pembinaan terhadap relawan dan pengelola SPPG.

“Ada beberapa perjanjian yang harus dilakukan kembali dan para relawan dilakukan pelatihan dan pembimbingan lagi, kepala SPPG-nya juga dibimbing kembali,” jelasnya.

Diketahui, SPPG Tuladenggi melayani sekitar 3.100 hingga 3.200 penerima manfaat, termasuk pelajar, bayi, dan ibu hamil.

2 Dapur MBG di Gorontalo Ditutup, BGN Temukan Pelanggaran SOP

SPPG DITUTUP -- Kolase foto SPPG Limba U Satu dan tangkapan layar unggahan Idah Syahidah Rusli Habibie. Wagub mengumumkan penutupan dua SPPG di Kota Gorontalo.
SPPG DITUTUP -- Kolase foto SPPG Limba U Satu dan tangkapan layar unggahan Idah Syahidah Rusli Habibie. Wagub mengumumkan penutupan dua SPPG di Kota Gorontalo. (TribunGorontalo.com)

Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Gorontalo mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dua dapur tersebut masing-masing berada di Kelurahan Limba U, Kota Gorontalo dan Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Informasi penutupan ini turut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas BGN Provinsi Gorontalo melalui akun Facebook pribadinya.

“Ada dua SPPG yang ditutup Limba U dan Tuladenggi menyusul yang lain,” tulis Idah dalam status yang diposting sekitar pukul 05.30 Wita, Rabu (18/3/2026).

Status tersebut langsung menarik perhatian publik. Hingga kini, unggahan itu telah menuai ratusan respons, dengan 195 komentar dan 150 kali dibagikan oleh warganet.

Penutupan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan BGN dalam beberapa pekan terakhir, ditemukan berbagai pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Saat ditemui TribunGorontalo.com, Idah Syahidah menjelaskan bahwa tim BGN secara intensif melakukan pengawasan terhadap seluruh dapur MBG di Provinsi Gorontalo.

“Dalam beberapa minggu terakhir, tim BGN intensif melakukan inspeksi ke seluruh dapur MBG di Provinsi Gorontalo dan mendapati masih banyak kekurangan, baik dari sisi penerapan SOP dapur maupun tata letak (layout) yang tidak sesuai standar,” kata Idah.

Selain temuan langsung di lapangan, BGN juga menerima berbagai laporan dari masyarakat, mulai dari guru, wartawan, aktivis mahasiswa hingga orang tua penerima manfaat. 

Aduan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui peninjauan dan evaluasi menyeluruh.

Idah menegaskan bahwa langkah penutupan diambil setelah sebelumnya dilakukan teguran dan pembinaan kepada pengelola dapur.

“Penutupan ini bukan tanpa alasan. Sudah beberapa kali diberikan teguran dan pembinaan,” ujarnya.

Namun, pelanggaran disebut masih terus terjadi, sehingga BGN memutuskan untuk mengambil tindakan tegas.

“Karena itu, kami tidak bisa lagi mentolerir dan harus mengambil tindakan tegas,” jelas Idah. 

Sejumlah pelanggaran yang ditemukan tergolong serius, mulai dari kebersihan dapur yang tidak terjaga, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar, hingga kandungan nutrisi yang tidak sesuai dengan ketentuan program MBG.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi merugikan penerima manfaat, khususnya siswa yang menjadi sasaran utama program.

Meski melakukan penindakan, BGN menegaskan tetap mengedepankan pembinaan. 

Edukasi dan pendampingan terus diberikan kepada yayasan maupun mitra pengelola dapur agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

BGN juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program MBG dengan melaporkan jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Langkah evaluasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas program di tengah pesatnya perkembangan jumlah SPPG di Gorontalo.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatat jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai 78 unit dan ditargetkan bertambah menjadi lebih dari 100 setelah Ramadan. 

Secara keseluruhan, daerah ini ditargetkan memiliki 170 SPPG yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota.

Dengan bertambahnya jumlah dapur MBG, pengawasan ketat menjadi krusial agar program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat, khususnya siswa, benar-benar berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal. (*/Jian)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 18 Maret 2026 (28 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:01
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved