Pesantren Luka Akbar
InWECNA Gorontalo Gelar Pesantren Luka Akbar, Dihadiri Tenaga Kesehatan hingga Pelajar
Workshop bertajuk Pesantren Luka Akbar Jilid IV digelar di Indoor David Bobihoe Akib Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) pada Kamis (12/3/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-workshop-Pesantren-Luka-Akbar-jilid-IV-di-indoor.jpg)
Organisasi ini lahir sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi perawat di Indonesia setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.
Menurutnya, undang-undang tersebut mendorong penguatan profesionalisme dan pengembangan kompetensi tenaga keperawatan melalui pembentukan berbagai organisasi yang menaungi bidang spesialisasi tertentu.
“Organisasi ini dibentuk untuk meningkatkan kompetensi perawat dalam bidang perawatan luka,” ujarnya.
Seiring berkembangnya kebutuhan pelayanan kesehatan, para perawat kemudian membentuk berbagai himpunan profesi sesuai dengan bidang keahliannya, seperti perawat luka, perawat gawat darurat, hingga perawat critical care.
InWECNA sendiri menjadi organisasi yang secara khusus menaungi para perawat yang memiliki fokus pada perawatan luka.
Untuk wilayah Gorontalo, organisasi ini mulai terbentuk pada tahun 2017 dan hingga kini terus aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi serta pelatihan bagi tenaga kesehatan.
Kolaborasi Kampus dan Organisasi Profesi
Ketua panitia kegiatan, Ns. Moh. Sudirman Mustapa, menyampaikan bahwa Pesantren Luka Akbar merupakan kegiatan edukasi yang bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dan mahasiswa dalam menangani berbagai kasus luka di masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang telah menyediakan fasilitas tempat dan sarana penunjang kegiatan.
“Kami sangat berterima kasih kepada UMGO yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.
Selain pihak kampus, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk penyedia alat balutan luka serta klinik-klinik perawatan luka yang turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Ketua BEM Fakultas Ilmu Kesehatan UMGO, Mustaqiem Gani, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah kolaborasi antara mahasiswa dan praktisi kesehatan.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting bagi mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk memahami praktik penanganan luka secara langsung.
“Kami berharap kegiatan ini memperkuat kapasitas mahasiswa,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak mahasiswa serta tenaga kesehatan.
Peserta Antusias Ikuti Workshop
Pesantren Luka Akbar juga mendapat antusiasme dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga siswa SMK bidang kesehatan.