Sabtu, 21 Maret 2026

Profil Pejabat Gorontalo

Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung

Ramlan Amrain mengemban amanah baru sebagai Lurah Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung
TribunGorontalo.com/Fajri A. Kidjab
PROFIL LURAH — Sosok Ramlan Amrain saat ditemui TribunGorontalo.com di Apotek Mitra, Sabtu (28/2/2026). Ramlan resmi menjabat sebagai Lurah Tenilo. 
Ringkasan Berita:
  • Ramlan Amrain adalah alumni STKS Bandung (Poltekesos) yang memiliki rekam jejak birokrasi luas
  • Fokus utama kepemimpinannya adalah mengatasi masalah klasik di Kelurahan Tenilo, yaitu penanganan banjir melalui perbaikan drainase serta pengelolaan sampah
  • Ramlan mengusung prinsip melayani dengan tulus dan tetap membumi

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Ramlan Amrain mengemban amanah baru sebagai Lurah Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Ia resmi dilantik oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi di Aula BKPSDM Kabupaten Gorontalo, Jumat (27/2/2026).

Ramlan Amrain merupakan alumni Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung (sekarang Poltekesos), sebuah sekolah kedinasan bergengsi di bawah naungan Kementerian Sosial RI. 

Ramlan menyebut dirinya "adik leting" dari mantan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

Jejak Pendidikan

Perjalanan hidup Ramlan menuju kursi birokrasi tidaklah instan. 

Putra dari Ahmad M Amrain dan Latifa Idris Kasim ini lahir di Gorontalo, 7 Juni 1981.

Ramlan Amrain menghabiskan masa kecilnya di Isimu dan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

Lulus dari SMA 1 Tibawa pada tahun 2000, Ramlan muda sebenarnya bercita-cita menjadi anggota TNI. 

Ia bahkan sempat bertolak ke Manado untuk mengikuti seleksi. Namun, sebuah mimpi unik menjadi pertanda garis hidupnya.

"Waktu seleksi, saya mimpi hendak menyeberangi sungai tapi tidak bisa. Akhirnya saya naik menara. Teman-teman yang lulus justru merangkak di bawah, sementara saya sudah di puncak menara itu," ucap Ramlan Amrain kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (28/2/2026). 

Mimpi itu ia maknai sebagai isyarat bahwa jalannya bukan di militer, melainkan di pengabdian masyarakat yang lebih tinggi secara struktural sipil.

Setelah sempat mencicipi sekolah pelayaran di Makassar, nasib membawanya menjadi ASN pada tahun 2006. 

Ramlan mendapatkan tugas belajar ke STKS Bandung pada tahun 2008 hingga lulus tahun 2012, memperkuat spesialisasinya di bidang kesejahteraan sosial.

Ia pun menikahi Ekie Potale dan dikaruniai seorang anak bernama Siti Nurfadilah Amrain yang kini duduk di bangku kelas 5 SD.

Rekam Jejak Birokrasi

Kolase foto Ramlan Amrain
PELANTIKAN PEJABAT – Kolase foto Ramlan Amrain bersama para pejabat yang dilantik Bupati Sofyan Puhi (Sumber: Ramlan Amrain)

Sebelum dipercayakan memimpin Kelurahan Tenilo, Ramlan telah "makan asam garam" di berbagai instansi, terutama di Kabupaten Boalemo. 

Kariernya membentang luas mulai dari staf di Kesbangpol, diperbantukan di KPU, hingga terjun ke Dinas Sosial dan Perindag.

Pengalamannya kian terasah saat bertugas di BNN Kabupaten Boalemo (2014-2019) pada bagian rehabilitasi. 

Ia juga pernah mencicipi posisi strategis di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan di era Bupati Darwis Moridu, hingga menjabat Kasubag Keuangan serta Kepala Seksi di berbagai dinas.

"Setelah lama bertugas di luar, saya akhirnya memohon pindah pulang kampung ke Limboto," ungkapnya. 

Tak lama setelah pindah, ia mengikuti seleksi terbuka jabatan lurah pada Januari 2026 dan berhasil menyisihkan puluhan kandidat lainnya.

Visi Tenilo: Bebas Banjir dan Kelola Sampah

Sebagai Lurah Tenilo yang baru, Ramlan membawa misi konkret.

Prioritas utamanya adalah penanganan masalah klasik di wilayahnya: banjir dan sampah.

Pria berdomisili di Kayubulan ini berencana membentuk Kelompok Peduli Sampah Terpadu (KPST). 

"Konsepnya adalah membentuk kelompok sadar sampah. Untuk banjir, saya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kecamatan guna memastikan pembangunan tanggul dan drainase berjalan optimal," tegas Ramlan.

Menariknya, saat ditanya mengenai harapan untuk warganya, Ramlan menyampaikan doa yang menyentuh.

"Saya berharap di masa jabatan saya, masyarakat Tenilo diberikan umur panjang oleh Allah. Saya berdoa tidak ada kematian, dalam artian masyarakatnya sehat dan sejahtera," tuturnya.

Baca juga: Sosok Vecky van Gobel, Eks Juru Sita Pengadilan Gorontalo Kini Jadi Sopir Bentor

Filosofi Kepemimpinan

PELANTIKAN KEPALA PUSKESMAS - Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat melantik Kepala Puskesmas. Sebanyak 23 Kepala Puskesmas baru disumpah pada Jumat (27/2/2026).
PELANTIKAN LURAH - Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat melantik para lurah. Sebanyak 10  baru disumpah pada Jumat (27/2/2026). (Protokoler Pemkab Gorontalo)

Bagi Ramlan, kepemimpinan adalah soal melayani, bukan dilayani. Ia memegang prinsip integritas dan profesionalitas yang kuat.

Ia memiliki filosofi yang cukup dalam mengenai kekuasaan. Menurutnya, seorang birokrat tidak boleh meletakkan jabatan di dalam hati karena bisa menimbulkan kesombongan.

"Letakkan jabatan itu di telapak tangan, bukan di hati. Karena kalau di tangan, suatu saat akan mudah dilepaskan tanpa rasa sakit atau keangkuhan. Dengan begitu, kita akan melayani masyarakat dengan tulus," jelas pria yang memiliki hobi sepak bola ini.

Meski kini sibuk dengan urusan administrasi kelurahan, Ramlan tetap menjaga sisi religius dan sosialnya. Di luar jam kerja, ia aktif mengikuti majelis taklim, zikir, dan tahlilan bersama warga.

Bahkan, ia tak segan turun ke sawah atau ladang untuk membantu para petani jagung dan padi. 

"Itu cara saya tetap dekat dengan akar rumput. Melihat mereka sehat dan sejahtera adalah kepuasan tersendiri bagi saya," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved