Senin, 23 Maret 2026

Mahasiswa Ditemukan Meninggal

Fakta Baru Kematian Mahasiswa Gorontalo Didik Pratama Karim, Kejanggalan Diungkap Penghuni Indekos

Tabir keseharian Didik Pratama Karim (33) sebelum ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab

“Disentuh menggunakan sapu, tapi tidak ada respons sama sekali,” jelas Savitra menceritakan detik-detik penemuan tersebut.

Sontak, kejadian itu langsung membuat geger seluruh penghuni kos dan warga Desa Tuladenggi. Kabar pun sempat simpang siur, bahkan ada desas-desus liar yang menyebutkan kemungkinan korban mengakhiri hidup sendiri.

Mendengar isu tersebut, Savitra dengan tegas membantah spekulasi negatif yang beredar di masyarakat. Berdasarkan pengamatannya selama bertetangga, tidak ada tanda-tanda depresi yang mengarah ke sana.

“Tidak benar itu (kabar bunuh diri), tidak ada seperti itu,” tegasnya.

Pernyataan Savitra sejalan dengan temuan pihak kepolisian. Kanit Intel Polsek Telaga Biru, Bripka Alfian Thaib, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari lingkungan pertemanan, Didik memang memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik.

Didik diketahui sering mengeluh kepada teman-temannya mengenai rasa sakit di bagian dada. Bahkan, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban sering mengalami muntah darah sebelum kejadian ini.

PENEMUAN MAYAT -- Mayat Pria 33 Tahun Ditemukan di Kos Tuladenggi, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
PENEMUAN MAYAT -- Mayat Pria 33 Tahun Ditemukan di Kos Tuladenggi, Polisi Selidiki Penyebab Kematian (TribunGorontalo.com)

Posisi tubuh korban saat ditemukan memang dalam keadaan miring seperti sedang tidur normal. Polisi memperkirakan Didik telah meninggal dunia sejak malam sebelumnya atau Selasa sore, mengingat aroma yang mulai muncul saat ditemukan.

Almarhum Didik Pratama Karim sendiri diketahui merupakan sosok yang mandiri. Meski memiliki keluarga di Paguyaman dan paman yang menjabat sebagai Lurah di Kota Gorontalo, ia lebih memilih tinggal sendiri di kos-kosan.

Menurut sang paman, Didik memang memiliki karakter yang senang menyendiri atau *introvert*. Pilihan untuk tinggal di kos di Tuladenggi adalah atas kemauannya sendiri demi ketenangan.

Kini, kamar kos nomor tersebut telah nampak sepi. Garis polisi yang sebelumnya melintang kini sudah dilepas, menyisakan sobekan plastik kuning yang tergeletak di tanah sebagai saksi bisu peristiwa tragis tersebut.

Barang-barang milik almarhum pun telah dikemas dan dikumpulkan di tengah ruangan. Rencananya, seluruh aset pribadi Didik akan segera dijemput oleh pihak keluarga untuk dibawa pulang.

Jenazah Didik sendiri telah melalui proses pemeriksaan medis di rumah sakit sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga pada Rabu malam.

Almarhum kini telah beristirahat dengan tenang di tempat pemakaman yang tak jauh dari lokasi kos tempat ia menghabiskan hari-hari terakhirnya.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved