Senin, 23 Maret 2026

Mahasiswa Ditemukan Meninggal

Fakta Baru Kematian Mahasiswa Gorontalo Didik Pratama Karim, Kejanggalan Diungkap Penghuni Indekos

Tabir keseharian Didik Pratama Karim (33) sebelum ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab

Perlu diketahui, posisi kamar Didik memang terbilang unik karena diapit oleh dua kamar mandi, yakni kamar mandi milik Savitra dan kamar mandi milik sepupunya.

Hal ini membuat interaksi singkat sering terjadi saat mereka berpapasan di lorong.

Aktivitas Didik sebelum Meninggal

PENEMUAN MAYAT – Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polda Gorontalo melakukan olah TKP di salah satu rumah kos di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, usai ditemukannya sesosok pria berinisial DPK (33) dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (4/2/2026) sore.
PENEMUAN MAYAT – Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polda Gorontalo melakukan olah TKP di salah satu rumah kos di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, usai ditemukannya sesosok pria berinisial DPK (33) dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (4/2/2026) sore. (TribunGorontalo.com)

Pada Senin sore itu, sepupu Savitra masih melihat Didik beraktivitas. Keduanya bahkan sempat terlibat dalam perbincangan singkat yang terlihat normal tanpa ada tanda-tanda kegentingan medis.

“Biasa, masih teguran biasa,” ungkap Savitra menirukan cerita sepupunya.

Dalam obrolan santai tersebut, sepupu Savitra sempat menanyakan bagaimana kabar dan kondisi kesehatan Didik.

Saat itu, Didik menjawab dengan tenang dan mengaku bahwa dirinya baik-baik saja tanpa ada keluhan penyakit apa pun.

Itulah momen terakhir Didik terlihat bernyawa oleh penghuni kos lainnya. Memasuki hari Selasa, keberadaan Didik mulai tidak terlihat lagi di area luar kamar, namun hal itu belum memicu kecurigaan karena dianggap sedang beristirahat.

Kejanggalan kecil mulai muncul ketika jendela kamar korban terlihat terbuka sejak Selasa. Savitra mengakui melihat hal tersebut, namun ia merasa takut dan sungkan untuk mengecek langsung ke dalam kamar.

“Kami juga takut mau lewat atau mengecek,” akunya jujur.

Baca juga: Polisi Gorontalo Selidiki Kematian Didik Pratama, Korban Sempat Keluhkan Dada Sesak dan Muntah Darah

Ketakutan itu didasari atas rasa hormat terhadap privasi korban yang dikenal tertutup. Selain jendela yang terbuka, aroma tidak sedap sebenarnya sudah mulai tercium oleh penghuni kos lainnya sejak hari Selasa.

Savitra menceritakan bahwa saat ia sedang memasak bersama sepupunya, mereka sempat mencium bau yang asing. Aroma tersebut tercium cukup menyengat saat mereka melintasi area dekat pintu kamar korban.

Namun, lagi-lagi kecurigaan itu ditepis. Savitra mengira sumber bau tersebut berasal dari hal lain di sekitar lingkungan kos dan tidak terpikir bahwa itu adalah tanda kondisi darurat dari tetangga sebelah.

Tabir kematian Didik baru benar-benar tersingkap pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, seorang teman korban datang berkunjung karena merasa khawatir atau memiliki keperluan tertentu.

Teman korban tersebutlah yang pertama kali menyadari ada yang tidak beres. Melalui jendela yang terbuka, ia melihat Didik dalam posisi miring di atas tempat tidur, layaknya orang yang sedang terlelap.

Namun, saat dipanggil berkali-kali, tidak ada respons sedikit pun dari dalam kamar. Teman korban tersebut bahkan sempat menggunakan sebuah sapu untuk menyentuh tubuh korban dari luar jendela guna memastikan apakah ia hanya tidur pulas atau pingsan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved