Minggu, 29 Maret 2026

Banjir Gorontalo

Banjir Limboto Barat Berpotensi Terulang, BPBD Gorontalo Dorong Status Tanggap Darurat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo mendorong penetapan status tanggap darurat

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Banjir Limboto Barat Berpotensi Terulang, BPBD Gorontalo Dorong Status Tanggap Darurat
Facebok
KASUS BANJIR -- Kolase foto peristiwa banjir di Kabupaten Gorontalo. Kasus banjir di Limboto Barat berpotensi berulang. 

BPBD Kabupaten Gorontalo mencatat sebanyak 146 kepala keluarga atau 453 jiwa terdampak banjir di Kecamatan Limboto Barat akibat luapan Sungai Marisa pada Minggu (4/1/2026).

Dua desa terdampak yakni Desa Tunggulo dan Desa Haya-haya. Sedikitnya 120 unit rumah terendam, dengan tingkat kerusakan yang masih dalam proses asesmen.

Di Desa Tunggulo, banjir berdampak pada Sekolah Lukmanul Hakim, area persawahan sekitar 40 hektare, satu masjid, serta fasilitas pemerintahan desa.

Sementara di Desa Haya-haya, genangan air mengganggu aktivitas belajar mengajar di SDN 12 Limboto Barat dan TK Anggrek Mekar.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, yang sempat menutup akses jalan menuju Dulamayo Utara.

BPBD bersama camat, aparat desa, TNI, Polri, dan masyarakat melakukan penanganan awal berupa pendataan, pembukaan akses, serta koordinasi lintas instansi. Data dampak bencana masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai kondisi lapangan.

Diketahui bahwa banjir di Kecamatan Limboto Barat terjadi pada Minggu (4/1/2026) akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang memicu luapan Sungai Marisa. 

Udin menambahkan, data dampak yang dihimpun BPBD masih bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan seiring perkembangan kondisi di lapangan.

“Data ini masih sementara dan akan terus diperbarui sesuai hasil pendataan di lapangan,” ujarnya.

Selain kejadian banjir, BPBD Kabupaten Gorontalo juga mencatat peristiwa tanah longsor di Kecamatan Telaga pada hari yang sama.

Longsor terjadi di Desa Dulamayo Selatan dan sempat menutup akses jalan penghubung Dulamayo Selatan menuju Dulamayo Utara akibat material longsoran.

Secara keseluruhan, BPBD mencatat dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada periode tersebut mencakup 146 KK, 453 jiwa terdampak, 120 unit rumah, serta lima fasilitas umum.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Gorontalo langsung melakukan penilaian situasi di lokasi bencana bersama aparat kecamatan dan pemerintah desa setempat.

Dalam proses penanganan awal, BPBD berkoordinasi dengan camat, aparat desa, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan respons di lapangan berjalan optimal.

 

(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved