Rabu, 25 Maret 2026

Gorontalo Hari Ini

Polisi hingga TNI Gorontalo Sisir Sungai Motoduto, Cari Ibu dan Anak Hanyut

Polres Gorontalo bersama tim gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian terhadap dua korban hanyut di Sungai Motoduto

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Polisi hingga TNI Gorontalo Sisir Sungai Motoduto, Cari Ibu dan Anak Hanyut
Istimewa
KORBAN HANYUT -- Sat Brimob dan Polres Gorontalo Kerahkan personel untuk pencarian korban hanyut DI Sungai Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Senin (5/1/2025). Polisi menyisir sungai hingga pantai. (Sumber Foto: Sat Brimob Polda Gorontalo) 

Polres Gorontalo bersama Sat Brimob Polda Gorontalo menegaskan akan terus berupaya maksimal dalam pencarian.

Baca juga: Pengorbanan Sumitra, Niat Selamatkan Anak Malah Ikut Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo

Kronologi Kejadian

ORANG HANYUT -- Potret pencarian korban hanyut di Sungai Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (4/1/2026). Dua warga Ambara dikabarkan hanyut.
ORANG HANYUT -- Potret pencarian korban hanyut di Sungai Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (4/1/2026). Dua warga Ambara dikabarkan hanyut. (Istimewa)

Pihak kepolisian mengungkap kronologi Peristiwa hanyutnya seorang ibu rumah tangga bersama anaknya di Sungai Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Menurut Kasi Humas Polres Gorontalo, AKP Wawan Suryawan, kejadian bermula pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Polsek Boliyohuto menerima laporan dari masyarakat terkait adanya orang terbawa arus sungai di Desa Motoduto.

Dalam peristiwa ini, terdapat tiga korban. Satu orang berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Korban selamat adalah Yasin Isini (50), seorang petani asal Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.

Sedangkan dua korban yang hingga kini belum ditemukan masing-masing adalah Sumitra Isini (26) dan anaknya, Akbar Diangi (9), yang juga berasal dari Desa Ambara.

Berdasarkan keterangan saksi, Putri Yunus Abusali (28), peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 Wita. 

Saat itu ia bertemu dengan Yasin, Sumitra, dan Akbar di Sungai Motoduto.

“Ketiganya baru saja pulang dari kebun jagung dan hendak kembali ke rumah mereka di Desa Motoduto,” ujar Wawan.

Melihat kondisi air sungai yang terus meninggi dan arus semakin deras, saksi sempat menyarankan agar mereka segera menyeberang lebih awal.

Namun, meski arus terlihat kuat, ketiganya tetap memutuskan untuk menyeberang.

Dalam upaya menyeberang, posisi mereka diatur berurutan. Yasin berada di depan, diikuti Sumitra, sementara Akbar berada di belakang.

Ketiganya menyeberang sambil saling berpegangan tangan.

Masalah muncul ketika mereka sudah berada di tengah sungai. Akbar tiba-tiba berteriak memanggil ibunya karena tidak mampu menahan derasnya arus.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved