Minggu, 29 Maret 2026

Warga Gorontalo Hanyut

Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Sumitra Sebelum Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo

Komunikasi terakhir melalui video call menjadi kenangan mendalam bagi keluarga Sumitra Isini (26).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Sumitra Sebelum Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KORBAN HANYUT -- Asna Diangi (43), tante Sumitra, korban hanyut di Sungai Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Minggu (4/1/2025). Asna menceritakan komunikasi terakhir dengan Sumitra. 

Ringkasan Berita:
  • Sebelum hanyut di Sungai Motoduto, Sumitra sempat melakukan VC dengan keluarga
  • Sumitra dikenang sebagai sosok pendiam, rajin, dan rendah hati
  • Keluarga sangat terpukul atas kabar hilangnya Sumitra dan Akbar 

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Komunikasi terakhir melalui video call menjadi kenangan mendalam bagi keluarga Sumitra Isini (26).

Sumitra hingga kini masih dinyatakan hilang bersama anak semata wayangnya, Akbar Diangi (9), setelah terseret arus Sungai Motoduto, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (3/1/2026) sore.

Tante korban, Asna Diangi (43), mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Sumitra sempat melakukan video call dengan keluarga di kampung halaman.

Dalam percakapan tersebut, Sumitra memperlihatkan kondisi sang nenek di Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, sekaligus menyampaikan rencana untuk kembali pulang setelah panen jagung.

“Masih sempat VC untuk menunjukkan kondisi Oma (nenek) di sini. Dia bilang Insyaallah setelah panen jagung akan ke Ambara lagi,” tutur Asna.

Asna mengenang Sumitra sebagai sosok pendiam, rajin, dan rendah hati. Menurutnya, korban hanya akan bercerita jika lebih dulu diajak berbincang.

Dua minggu sebelum kejadian, Sumitra sempat pulang bersama suaminya ke Desa Ambara untuk menjenguk neneknya.

“Orangnya baik dan pendiam. Kalau tidak diajak bicara, dia tidak akan banyak cerita,” kenang Asna.

Kabar hanyutnya Sumitra dan anaknya membuat keluarga sangat terpukul. Asna sendiri tidak bisa langsung menuju lokasi karena harus menjaga anak kecil dan merawat orang tua di rumah.

Meski begitu, beberapa anggota keluarga lain telah turun langsung membantu proses pencarian.

“Semoga pencarian korban dan anaknya segera mendapat titik terang,” harap Asna.

Baca juga: Pengorbanan Sumitra, Niat Selamatkan Anak Malah Ikut Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo

Kronologi Kejadian

KORBAN HANYUT -- Personel Basarnas saat melakukan pencarian korban hanyut di Sungai Paguyaman, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Minggu (4/1/2025). (Sumber Foto: Basarnas Gorontalo)
KORBAN HANYUT -- Personel Basarnas saat melakukan pencarian korban hanyut di Sungai Paguyaman, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Minggu (4/1/2025). (Sumber Foto: Basarnas Gorontalo) (Istimewa)

Pihak kepolisian mengungkap kronologi Peristiwa hanyutnya seorang ibu rumah tangga bersama anaknya di Sungai Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Menurut Kasi Humas Polres Gorontalo, AKP Wawan Suryawan, kejadian bermula pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Polsek Boliyohuto menerima laporan dari masyarakat terkait adanya orang terbawa arus sungai di Desa Motoduto.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved