Senin, 23 Maret 2026

Peran Saka Nasional Gorontalo

Sarah Amelia, Kontingen Sumatera Barat Bangga Kenalkan Budaya di Peran Saka Nasional 2025 Gorontalo

Kontingen asal Sumatera Barat memperkenalkan budaya daerahnya di Perkemahan Antar Satuan Karya

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Sarah Amelia, Kontingen Sumatera Barat Bangga Kenalkan Budaya di Peran Saka Nasional 2025 Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/JEFRI POTABUGA
PERAN SAKA NASIONAL--Kontingen asal Sumatera Barat, Sarah Amelia (21) dan Abdullah Ar Razziq (17) gunakan pakaian adat Adat Bundo Kanduang di Peran Saka Nasional, Buper Bongohulawa, Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Senin (3/11/2025) 

 

Ringkasan Berita:
  • Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka di  Bumi Perkemahan Bongohulawa
  • Sarah mengaku bangga bisa memperkenalkan budaya Minangkabau
  • Sebanyak 3.224 peserta yang ikuti Peran Saka Nasional

TRIBUNGORONTALO.COM – Kontingen asal Sumatera Barat memperkenalkan budaya daerahnya di Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka), Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Sarah Amelia (21) peserta putri asal Sumbar menilai panitia dan peserta dari seluruh Indonesia menunjukkan kekompakan serta antusiasme tinggi sejak awal kegiatan.

“Tanggapannya bagus sekali. Acaranya menarik dan penutupnya juga keren,” ujar Sarah saat diwawancarai, Senin (3/11/2025).

Sarah mengaku bangga bisa memperkenalkan budaya Minangkabau di hadapan peserta dari berbagai provinsi. Dia mengenakan baju adat Bundo Kanduang asal Sumbar.

“Kami sangat bangga bisa membawa budaya kami ke Gorontalo. Lewat baju adat ini, kami bisa memperkenalkan Sumatera Barat ke teman-teman dari daerah lain,” katanya.

Ia menjelaskan, baju adat Bundo Kanduang memiliki makna filosofis yang kuat bagi masyarakat Minangkabau. 

“Bundo Kanduang itu melambangkan sosok ibu, simbol kehormatan dan kasih sayang dalam keluarga,” ungkapnya.

Sarah juga menyebut ini adalah kunjungan perdananya ke Gorontalo

Dirinya mengaku terkesan dengan suasana di lokasi perkemahan. 

“Meskipun panas, tapi sejuk karena banyak pohon-pohon di sekitar. Gorontalo indah dan ramah,” ujarnya.

Selain itu, Sarah juga sudah mengenal beberapa hal khas Gorontalo, salah satunya wisata hiu paus yang dikenal dengan nama Sherly. 

“Tahu juga tentang wisata hiu paus di Gorontalo, katanya namanya Sherly. Unik sekali,” tambahnya sambil tersenyum.

Muhammad Abdullah Ar Razziq (17) peserta putra mengaku terkesan dengan penyelenggaraan kegiatan yang menurutnya berjalan tertib dan menarik. 

“Tingkatannya bagus sekali, acara-acaranya sangat menarik dan seru,” katanya.

Ia menuturkan, perjalanan dari Padang menuju Gorontalo menjadi pengalaman tersendiri. 

“Kami berangkat dari Bandara Minangkabau pagi hari dan sampai di Gorontalo hari Sabtu. Perjalanannya cukup panjang tapi menyenangkan,” ucapnya.

Abdullah juga menyampaikan rasa bangganya karena bisa mewakili Sumatera Barat dalam kegiatan nasional ini dengan jumlah peserta 21 orang. 

“Dari Sumatera Barat kami ada 21 peserta. Kami senang bisa ikut dan membawa nama daerah kami ke sini,” ujarnya.

Menurutnya, Peran Saka Nasional menjadi wadah penting untuk memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan antar generasi muda.

 “Kegiatan seperti ini bagus untuk saling mengenal antar daerah, menambah pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan,” katanya.

Sebagai harapan ke depan, baik Sarah maupun Abdullah berharap agar pelaksanaan Peran Saka Nasional berikutnya bisa semakin meriah dan penuh semangat.

 “Semoga tahun-tahun berikutnya lebih kompak, lebih kreatif, dan lebih semangat lagi,” terang keduanya. 

Sebanyak 3.224 peserta yang ikuti Peran Saka Nasional di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Peserta tersebut terdiri atas 1.724 peserta dari 34 provinsi di Indonesia dan 1.500 penegak dan pandega dari Provisni Gorontalo

Apa itu Peran Saka?

Peran Saka adalah pertemuan pramuka penegak dan pandega dari berbagai satuan karya (Saka) Pramuka se-Indonesia. Kegiatan ini bertujuan  menyatukan, memperkuat keterampilan, dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan.

Peran saka dilaksanakan dalam bentuk perkemahan dengan berbagai aktivitas yang bersifat aktif, kreatif, dan edukatif.  Peran saka 2025 digelar di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. (jefri)

Run Down Peran Saka Nasional di Gorontalo pada 2 - 9 November

Sabtu, 1 November 2025

  • Kedatangan peserta

Minggu, 2 November 2025

  • Registrasi akhir dan orientasi area perkemahan

Senin, 3 November 2025

  • Upacara pembukaan
  • Anjangsana
  • Permainan besar
  • Malam selamat datang

Selasa, 4 November 2025

  • Saka acacade, malam budaya daerah menampilkan kesenian lokal

Rabu, 5 November 2025

  • Wisata dan Bakti, Seminar inovasi teknologi kepramukaan

Kamis, 6 November 2025

  • Jumpa tokoh, pensi, hiburan

Jumat, 7 November 2025

  • Jumpa tokoh, pensi, hiburan

Sabtu, 8 November 2025

  • Karnaval Budaya
  • Makanan besar dan kuliner nusantara, upacara penutupan,  malam bhineka tunggal ika 

    Minggu 9 November 2025
  • Pembongkaran tenda dan kepulangan peserta. Check out di Kantor Bupati Gorontalo, Evaluasi akhir dan penyerahan laporan panitia. 
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved