Peran Saka Nasional Gorontalo
Ketua Kwarnas Budi Waseso Ungkap Alasan Gorontalo Jadi Tuan Rumah Peran Saka Nasional 2025
Budi Waseso, mengungkapkan alasan di balik terpilihnya Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah penyelenggaraan Peran Saka Nasional 2025.
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Budi-Waseso-saat-diwawancarai-wartawan-Selasa-4-November-2025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso mengungkap alasan terpilihnya Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah Peran Saka Nasional 2025
- Budi Waseso memuji budaya dan kekeluargaan masyarakat Gorontalo
- Peran Saka menjadi wadah pengembangan bakat bagi para anggota Gerakan Pramuka
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, mengungkapkan alasan di balik terpilihnya Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka (Peran Saka) Tingkat Nasional Tahun 2025.
Dalam sambutannya saat pembukaan Peran Saka Nasional yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Ketua Kwarnas menekankan bahwa pemilihan lokasi bukan tanpa alasan.
"Provinsi Gorontalo dikenal sebagai tanah yang damai, penuh keramahan, dan kaya akan nilai-nilai kearifan lokal," ujar Budi Waseso diiringi riuh tepuk tangan peserta.
Ia berharap, atmosfer kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Gorontalo dapat menjadi teladan bagi seluruh peserta Peran Saka Nasional, sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dan gotong royong di antara mereka.
Kegiatan Peran Saka Nasional 2025 ini merupakan ajang pertemuan sekaligus wahana pembelajaran, pengabdian, dan pengembangan diri bagi para anggota Satuan Karya Pramuka (Saka) dari seluruh penjuru tanah air.
Mengusung tema "Pramuka Penuh Karya Menuju Indonesia Jaya", ajang ini diharapkan dapat membekali Gerakan Pramuka untuk terus berkontribusi nyata dalam membangun bangsa.
"Dengan penuh suka cita, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen daerah dari segala penjuru Nusantara yang telah hadir di Gorontalo," kata Ketua Kwarnas.
Selain itu, Ketua Kwarnas juga menjelaskan bahwa tata kelola kegiatan Peran Saka Nasional diatur menyerupai sistem pemerintahan.
Hal ini bertujuan agar para peserta dapat belajar tentang cara bermasyarakat, berorganisasi, serta hidup yang harmonis dalam keberagaman, yang menjadi bekal berharga bagi generasi muda Indonesia.
Peran Saka Nasional 2025 di Gorontalo ini melibatkan Penegak dan Pandega dari berbagai daerah yang mengikuti pembinaan keterampilan berbasis Krida yang spesifik dalam setiap Saka, seperti Krida Bina Lingkungan Sehat pada Saka Bakti Husada, dan Krida Pertanian Tanaman Pangan pada Saka Taruna Bumi.
Krida menjadi sarana untuk membentuk generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
"Melalui Krida yang ada, anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dibina agar memiliki kemampuan khusus sesuai dengan bidangnya masing-masing," bebernya.
Baca juga: Naila Nur Nadiva Siswi Sorong Antusias Jejakkan Kaki di Gorontalo, Tak Sabar Menyapa Sherly
Peran Saka Nasional 2025
Peran Saka Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo ini diikuti oleh 1.724 peserta dari 34 Kwartir Daerah.
1.500 peserta pramuka Penegak dan Pandega se-Provinsi Gorontalo. Juga 200 Sanggah Kerja.
13 Saka terlibat dalam Peran Saka Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, meliputi Saka Wira Kartika, Saka Bakti Husada, Saka Bahari, Saka Taruna Bumi, Saka Wanabakti, Saka Widya Budaya Bakti, Saka Kencana, Saka Dirgantara, Saka Kalpataru, Saka POM, Saka Pariwisata, Saka SAR, dan Saka Bhayangkara.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kwartir Nasional, Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, serta Forum Kominda Provinsi atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.
"Alhamdulillah, kali ini kami mendapat kepercayaan kembali menjadi tuan rumah Peran Saka Nasional 2025," ungkap Bupati Sofyan.
Ia menyebut Peran Saka Nasional sebagai momentum penting untuk memperkuat peran satuan karya dalam pembinaan generasi muda.
Kegiatan Peran Saka Nasional tahun ini mengusung tagline “CAKAP” yang merupakan akronim dari Ceria, Asik, Kreatif, Aktif, dan Peduli.
Maskot Peran Saka Nasional adalah Hiu Paus yang bernama Sapa dan Sherly.
Tak hanya kegiatan pramuka, Bupati menyebut program penanaman pohon buah dan kelapa di area seluas 43 hektar di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Limboto.
Ada pula penanaman bibit kelapa di lahan seluas 8.000 hektare di wilayah Kabupaten Gorontalo.
(TribunGorontalo.com/Fajri A. Kidjab)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.