Sabtu, 21 Maret 2026

Hujan Deras di Gorontalo

Danau Limboto Gorontalo Tak Meluap Meski Hujan Deras, Nelayan Justru Keluhkan Hasil Tangkapan Minim

Hujan deras tak bikin Danau Limboto meluap, tapi nelayan justru kesulitan. Hasil tangkapan ikan menurun tajam, hanya mujair yang masih tersisa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Danau Limboto Gorontalo Tak Meluap Meski Hujan Deras, Nelayan Justru Keluhkan Hasil Tangkapan Minim
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
DANAU LIMBOTO -- Potret Danau Limboto Kabupaten Gorontalo, Senin (6/10/2025). Hujan deras tak bikin Danau Limboto meluap, tapi nelayan justru kesulitan. Hasil tangkapan ikan menurun tajam, hanya mujair yang masih tersisa. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gorontalo sejak Senin (6/10/2025) pagi sempat membuat warga di sekitar Danau Limboto was-was. 

Pasalnya, intensitas hujan yang tinggi biasanya menjadi pertanda air danau akan cepat naik dan meluap ke permukiman. 

Namun kali ini, kekhawatiran itu tidak terbukti. 

Hingga sore hari, permukaan air Danau Limboto justru terpantau stabil dan tidak menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang mengkhawatirkan.

Pantauan TribunGorontalo.com, Senin (6/10/2025) di beberapa titik sekitar danau memperlihatkan kondisi air yang relatif tenang, meski warnanya tampak lebih keruh akibat aliran lumpur dari hulu. 

Tidak terlihat adanya genangan yang meluas ke rumah warga, dan aktivitas di sekitar danau berjalan seperti biasa. 

Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran danau, ini menjadi kabar melegakan, mengingat beberapa tahun terakhir kawasan tersebut kerap dilanda banjir setiap kali curah hujan tinggi melanda.

Menurut warga dan para nelayan, salah satu faktor utama yang membuat air danau tetap aman adalah langkah cepat pengelola tanggul. 

Sejak hujan mulai turun deras, pintu tanggul dibuka untuk mengalirkan air keluar menuju sungai, sehingga tidak menumpuk di dalam danau. 

Baca juga: Jangan Salah Tafsir! Begini Arti Status di Mola BKN saat Cek NIP PPPK Paruh Waktu 2025

Upaya sederhana ini terbukti efektif menekan risiko luapan air.

Kini warga dapat bernafas lega. 

Mereka bersyukur karena meski hujan turun tanpa henti hampir seharian penuh, Danau Limboto tetap terkendali. 

“Air tetap stabil, tidak ada meluap sampai ke daratan. Karena tanggul dibuka jadi air bisa mengalir keluar,” ujar Ibrahim Saleh, nelayan asal Kelurahan Hutuo, kepada TribunGorontalo.com.

Danau Limboto merupakan danau alami yang berada di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Danau ini memiliki luas sekitar 3.000 hektar dan menjadi danau terbesar serta terpenting di provinsi tersebut. 

Selain berfungsi sebagai daerah tangkapan air dan pengendali banjir, Danau Limboto juga menjadi sumber mata pencaharian utama bagi ribuan nelayan tradisional.

Danau ini juga memiliki nilai sejarah, karena pada masa Perang Dunia II pernah digunakan sebagai landasan pesawat amfibi Jepang. 

Kini, Danau Limboto menjadi kawasan strategis baik untuk perikanan, pertanian, maupun pariwisata. 

Namun, persoalan sedimentasi dan penyempitan danau masih menjadi tantangan besar yang dihadapi pemerintah dan masyarakat.

Salah satunya berkurangnya hasil tangkapan ikan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Lukman Kahilina, salah satu nelayan di Danau Limboto Gorontalo mengaku hasil tangkapan ikan mereka turun drastis.

Baca juga: Buruh Dorong Kenaikan Upah 10,5 Persen di Tahun 2026, Menaker dan Pemerintah Angkat Bicara

Kata nelayan dari Kelurahan Hutuo, Kabupaten Gorontalo mengatakan biasanya sehari bisa mendapatkan Rp200 ribu -- Rp300 ribu.

Namun, saat ini dirinya mengaku hanya bisa mendapatkan penghasilan Rp100 ribu saja dari hasil jualan ikan.

"Itu pun hanya ikan mujair saja yang ada Ikan-ikan lain sudah jarang sekali muncul,” ujar Lukman yang sehari-hari menjual hasil tangkapannya ke pasar tradisional setempat.

Hal senada juga diungkapkan nelayan lainnya, Sudirman Asika.

Nelayan yang sudah mengarungi Danau Limboto selama puluhan tahun ini mengaku semakin lama jumlah ikan di danau semakin sedikit.

Dari banyaknya spesies ikan di Danau Limboto kini hanya tinggal ikan mujair saja.

Sehingga itulah yang menjadi faktor pemicu lainnya para nelayan ini hanya mendapatkan keuntungan sedikit.

Aktivitas jual beli ikan di pinggir danau juga terlihat sepi, hanya ada sedikit pembeli yang datang.

“Kami turun melaut seharian penuh, tapi hasilnya jauh dari harapan. Kalau dulu pagi melaut siang sudah dapat banyak, sekarang sore pun masih sedikit,” keluh Sudirman.

Tak hanya itu, pemicu lainnya yakni keruhnya air Danau Limboto.

Hujan deras membuat air menjadi keruh dan dipenuhi lumpur. Kondisi ini diyakini ikut mempengaruhi pergerakan ikan, sehingga mereka lebih sulit didapat.

“Airnya keruh sekali, ikan biasanya tidak muncul ke permukaan. Jadi alat tangkap yang kami gunakan kadang tidak efektif,” katanya.

Para nelayan berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengendalian banjir, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekosistem Danau Limboto

Menurut mereka, sedimentasi dan tumbuhan liar seperti eceng gondok masih menjadi masalah serius yang berdampak pada berkurangnya populasi ikan.

Baca juga: Cara Atasi Notifikasi Tidak Memenuhi Syarat saat Daftar Magang di SIAPkerja: Ini Penjelasannya

“Kami berharap ada langkah nyata. Kalau hanya tanggul dibuka, memang banjir bisa dihindari. Tapi kalau ikan semakin sedikit, nelayan akan tetap susah hidup,” tambahnya. 

Meski hujan deras tak lagi menimbulkan banjir, tantangan lain kini dihadapi warga sekitar danau. 

Para nelayan berharap perhatian pemerintah tak berhenti pada pengendalian air, melainkan juga menyentuh keberlangsungan hidup mereka yang bergantung pada hasil tangkapan di Danau Limboto. (*)

 


(TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved