Kamis, 12 Maret 2026

Jalan Rusak Gorontalo

Pemkab Gorontalo Siapkan Rp 200 Juta Perbaiki Jalan Rusak di Pentadio

Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan jalan rusak

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pemkab Gorontalo Siapkan Rp 200  Juta Perbaiki Jalan Rusak di Pentadio
TribunGorontalo.com
JALAN RUSAK--Potret jalan rusak di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Selasa (16/9/2025). Sumber foto: TribunGorontalo. com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo– Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan jalan rusak di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, segera diperbakan. 

Plt Kadis PUPR Kabupaten Gorontalo, Kisman Ishak, menyampaikan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025 dengan nilai sekitar Rp200 juta.

“Alhamdulillah, jalan dimaksud yang menjadi keluhan masyarakat sudah masuk di APBD Perubahan tahun ini,” kata Kisman saat dikonfirmasi Tribun Gorontalo, Selasa (16/9/2025).

Menurutnya, perencanaan sudah rampung dan kini proyek sedang berada pada tahap pengadaan langsung di bidang Bina Marga. 

PUPR menargetkan pekerjaan segera dimulai begitu proses tersebut selesai.

Meski demikian, Kisman mengakui banyak ruas jalan lain di Kabupaten Gorontalo yang juga rusak, namun keterbatasan anggaran membuat pihaknya harus menetapkan prioritas.

“Kalau bicara jalan rusak, sebenarnya banyak. Tetapi karena anggaran infrastruktur tahun ini kurang lebih Rp100 miliar dinolkan, maka kami tidak bisa berbuat banyak. Meski begitu, untuk titik-titik yang sifatnya mendesak tetap kami prioritaskan,” jelasnya.

Khusus untuk perbaikan jalan di wilayah Pentadio Barat yang juga menjadi akses menuju wisata air panas. 

Kisman menyebut anggaran yang disiapkan sekitar Rp200 juta melalui kegiatan pemeliharaan jalan.

“Memang angkanya tidak besar, sekitar Rp200 jutaan, tetapi Insya Allah ini akan menyelesaikan persoalan jalan berombang di wilayah tersebut,” tandasnya.

Warga Blokade Jalan

Jalan ini kini diblokade warga gara-gara rusak. Warga merasa dengan blokade bisa mendapat respon pemkab. 

Sejak Sabtu (14/9/2025) malam, mereka mulai melakukan penutupan jalan di ruas utama Desa Pentadio Barat, yang kembali dilanjutkan pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 Wita.

Sekretaris Desa Pentadio Barat, Yayu Aliwu, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, upaya mediasi sempat dilakukan Kepala Desa pada malam pertama penutupan jalan.

“Waktu malam minggu itu pak kades sempat turun langsung, bicara dengan warga, dan menjelaskan bahwa jalan ini akan diperbaiki. Beliau minta supaya jangan melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. Tapi besoknya, malam Senin, sekitar jam 11 malam, warga kembali melakukan penutupan,” ungkap Yayu.

Ia menambahkan, pihak desa sudah berkoordinasi dengan PUPR terkait kondisi jalan itu, dan pemerintah desa juga terus menyampaikan laporan masyarakat.

“Pak kades langsung menghubungi pihak PU, dan jawaban dari mereka memang sudah jelas jalan ini akan diperbaiki,” kata Yayu.

Pantauan Tribun Gorontalo, kondisi kerusakan memang terlihat nyata di sepanjang Jalan Yan Lamatenggo, Dusun II Pentadio Barat. 

Belasan titik jalan rusak parah dengan lubang besar yang menganga. Beberapa ruas memang masih bisa dilalui, namun di ujung jalan genangan air seperti kolam kecil menutup badan jalan.

Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan kerbau. Air menutup lubang-lubang dalam sehingga sulit diperkirakan kedalamannya. 

Beberapa becak motor  (bentor) kerap sulit lewat setelah terjebak di genangan. Motor yang melintas pun nyaris tergelincir.

Erwin Pakaya, warga lainnya, menegaskan aksi blokade jalan adalah puncak kesabaran. 

“Ini sudah ketiga kali kami tutup jalan, karena rusaknya sudah terlalu lama. Dua tahun dibiarkan begitu saja tanpa ada pemeliharaan. Tahun lalu dijanjikan akan diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada juga,” keluhnya.

Abdul Radjak Pakaya pun menambahkan, kerusakan jalan ini sudah berulang kali memakan korban.

“Banyak sekali lubang-lubang di sepanjang jalan ini. Sudah sering ada yang jatuh, apalagi anak-anak sekolah yang tiap hari lewat sini. Kami tutup sampai ada perbaikan, tidak akan dibuka sebelum itu,” ujarnya tegas.

Tulisan pada baliho yang dipasang warga mencerminkan jeritan hati mereka: “Jalan ditutup, karena pemerintah daerah menutup mata”, serta sindiran pedas “Pastikan kendaraan anda bisa terbang melewati jalan ini”.

Pemandangan itu bukan sekadar potret jalan yang rusak, melainkan simbol nyata dari keputusasaan warga. 

Selama dua tahun mereka bersabar, namun janji yang dinanti tak kunjung ditepati. Kini, dengan suara lantang, warga memilih menutup jalan sendiri sampai pemerintah benar-benar membuka mata.(*/Jefry) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved