Jalan Rusak Gorontalo
Pemkab Gorontalo Siapkan Rp 200 Juta Perbaiki Jalan Rusak di Pentadio
Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan jalan rusak
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JALAN-RUSAK-Potret-jalan-rusak-di-Desa-Pentadio-Barat-Kecamatan-Telaga-Biru.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo– Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan jalan rusak di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, segera diperbakan.
Plt Kadis PUPR Kabupaten Gorontalo, Kisman Ishak, menyampaikan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025 dengan nilai sekitar Rp200 juta.
“Alhamdulillah, jalan dimaksud yang menjadi keluhan masyarakat sudah masuk di APBD Perubahan tahun ini,” kata Kisman saat dikonfirmasi Tribun Gorontalo, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, perencanaan sudah rampung dan kini proyek sedang berada pada tahap pengadaan langsung di bidang Bina Marga.
PUPR menargetkan pekerjaan segera dimulai begitu proses tersebut selesai.
Meski demikian, Kisman mengakui banyak ruas jalan lain di Kabupaten Gorontalo yang juga rusak, namun keterbatasan anggaran membuat pihaknya harus menetapkan prioritas.
“Kalau bicara jalan rusak, sebenarnya banyak. Tetapi karena anggaran infrastruktur tahun ini kurang lebih Rp100 miliar dinolkan, maka kami tidak bisa berbuat banyak. Meski begitu, untuk titik-titik yang sifatnya mendesak tetap kami prioritaskan,” jelasnya.
Khusus untuk perbaikan jalan di wilayah Pentadio Barat yang juga menjadi akses menuju wisata air panas.
Kisman menyebut anggaran yang disiapkan sekitar Rp200 juta melalui kegiatan pemeliharaan jalan.
“Memang angkanya tidak besar, sekitar Rp200 jutaan, tetapi Insya Allah ini akan menyelesaikan persoalan jalan berombang di wilayah tersebut,” tandasnya.
Warga Blokade Jalan
Jalan ini kini diblokade warga gara-gara rusak. Warga merasa dengan blokade bisa mendapat respon pemkab.
Sejak Sabtu (14/9/2025) malam, mereka mulai melakukan penutupan jalan di ruas utama Desa Pentadio Barat, yang kembali dilanjutkan pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 Wita.
Sekretaris Desa Pentadio Barat, Yayu Aliwu, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, upaya mediasi sempat dilakukan Kepala Desa pada malam pertama penutupan jalan.
“Waktu malam minggu itu pak kades sempat turun langsung, bicara dengan warga, dan menjelaskan bahwa jalan ini akan diperbaiki. Beliau minta supaya jangan melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. Tapi besoknya, malam Senin, sekitar jam 11 malam, warga kembali melakukan penutupan,” ungkap Yayu.