Pemkab Gorontalo
Bupati Gorontalo Jenguk Siswa Korban Pohon Tumbang, Janjikan Pendampingan Psikologis
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengunjungi 12 siswa korban insiden pohon tumbang di SMP Negeri 1 Tilango, Senin (8/9/2025).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Gorontalo-Sofyan-Puhi-saat-memberikan-sambutan-di-Puskesmas-Tilango.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menjenguk 12 siswa korban insiden pohon tumbang di SMP Negeri 1 Tilango, Senin (8/9/2025).
Kunjungan di Puskesmas Tilango tersebut bertujuan untuk memberi dukungan moral serta memastikan seluruh korban mendapat penanganan fisik dan psikologis yang memadai.
Peristiwa tragis terjadi pada Senin (1/9/2025), ketika sebuah pohon besar menimpa dua ruang kelas di SMPN 1 Tilango, Desa Ilotidea.
Insiden tersebut menyebabkan 12 siswa dan seorang guru terluka.
Seluruh korban kini telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tilango dan RSUD MM Dunda Limboto.
Bupati Sofyan Puhi menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan fokus pada dua hal utama: perbaikan fisik gedung sekolah dan pendampingan psikologis bagi para siswa.
"Yang pertama memperbaiki kembali kelas yang rusak. Tidak lama lagi akan kita laksanakan. Yang kedua, pendampingan terhadap anak-anak korban," ujar Bupati kepada TribunGorontalo.com, Senin.
Ia menekankan pentingnya pendampingan psikologis untuk mencegah trauma berkepanjangan pada anak-anak.
"Kami mendampingi penuh agar tidak mengganggu pertumbuhan mereka pada usia emas ini. Kalau terganggu bisa berbahaya ke depan," tambahnya.
Baca juga: Pegawai Dishub Gorontalo Kerap Kehilangan Pakaian Dinas, Korban Curigai Kebiasaan Aneh Pelaku
Terapi Psikologis dan Langkah Mitigasi
Untuk pendampingan psikologis, Pemkab Gorontalo bekerja sama dengan psikiater dari RSUD MM Dunda Limboto, dr. Rohmatyah Suaib, Sp.K.J.
Terapi akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi setiap siswa.
"Kami menargetkan mungkin enam kali pertemuan saja, tetapi bisa juga lebih, tergantung perkembangan si anak-anaknya," jelas dr. Rohmatyah.
Ia menambahkan, proses pemulihan trauma tidak bisa dipaksakan. Saat ini, fokus terapi adalah membantu para korban memasuki tahap penerimaan dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.
Selain penanganan medis dan psikologis, Pemkab Gorontalo juga mengambil langkah cepat untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.