Kamis, 12 Maret 2026

Cerita Legenda Gorontalo

Legenda Raja Panipi dan 7 Pedang Sakti, Pejuang Gorontalo Penumpas Penjajah

Di sebuah kebun sunyi di Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, tersembunyi sebuah makam tua

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Legenda Raja Panipi dan 7 Pedang Sakti, Pejuang Gorontalo Penumpas Penjajah
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
LEGENDA RAKYAT -- Makam Bobihoe, Raja Panipi di Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo. Legenda Raja Panipi hingga kini masih melekat di sanubari masyarakat Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Di sebuah kebun sunyi di Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, tersembunyi sebuah makam tua yang hingga kini dijaga masyarakat setempat. 

Makam itu, konon adalah peristirahatan terakhir Raja Panipi atau Bobihu (Bobihoe), sosok pejuang Gorontalo.

Bino Lamaju (69), seorang warga Desa Barakati yang tinggal tak jauh dari kompleks makam, menjadi salah satu penjaga kisah Raja Panipi. Sejak kecil, ia telah mendengar cerita-cerita keberanian sang raja dari orang tua dan leluhurnya.

"Dari dulu orang kenal dia sebagai Raja Panipi. Namanya jadi simbol keberanian dan perjuangan," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (4/9/2025).

Makam Tua Penuh Misteri

Untuk mencapai makam, pengunjung harus melewati jalan setapak di tengah kebun yang dipenuhi pohon kelapa dan jagung. Suara burung hutan sesekali terdengar, menambah kesan hening dan mistis.

Sesampainya di lokasi, makam itu tampak sederhana, dikelilingi pagar besi putih setinggi pinggang. Di dalamnya, sebuah kubah kecil berwarna putih menaungi pusara utama. Meskipun catnya sudah memudar, bangunan itu masih berdiri kokoh.

"Kalau malam hari, makam ini sering terlihat terang sendiri. Ada cahaya seperti lampu padahal di sekitarnya gelap gulita," kata Bino.

Legenda Tujuh Pedang Sakti

Bino juga menceritakan legenda paling terkenal tentang Raja Panipi: tujuh pedang sakti yang diyakini bisa terbang sendiri.

"Pedang itu bisa langsung mengejar musuh, bahkan menebas orang yang bersembunyi. Pedangnya seperti hidup," jelasnya.

Sebagian warga percaya, pedang-pedang itu masih memiliki daya magis hingga kini. Ada cerita bahwa beberapa makam lama di sekitar pusara ikut terkena tebasan pedang tersebut.

Namun, kisah kepahlawanan Bobihu juga berakhir tragis. Ia dikisahkan tewas di tangan anaknya sendiri setelah kelemahannya terbongkar. Hingga kini, tidak ada yang tahu pasti di mana makam anak dan keluarganya. 

Sejarah mencatat, Bobihu adalah tokoh utama dalam Perang Panipi 1872. Perang ini berawal dari kebijakan Belanda yang memaksa rakyat Gorontalo membayar pajak tinggi dan melakukan kerja paksa.

Pungutan ini sangat memberatkan, karena rakyat harus menyerahkan hasil bumi, termasuk beras dan kopra, dalam jumlah besar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved