Demo Mahasiswa Gorontalo
Polda Gorontalo Buka Suara usai Amankan Mahasiswa Buntut Demo Ricuh
Bentrok terjadi di sekitar Simpang lima Kota Gorontalo, ketika pengunjuk rasa menolak membubarkan diri meski telah diberikan peringatan
Penulis: Wawan Akuba | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-personel-Polda-Gorontalo-kembali-dari-mengamankan-demonstrasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Aksi demonstrasi di Gorontalo pada Senin (1/9/2025) berakhir ricuh.
Aparat kepolisian berupaya memukul mundur massa yang memblokade ruas jalan utama.
Bentrok terjadi di sekitar Simpang lima Kota Gorontalo, ketika pengunjuk rasa menolak membubarkan diri meski telah diberikan peringatan berulang kali.
Aparat kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata dan mendorong massa hingga beberapa meter ke belakang.
Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo membenarkan adanya tindakan pengamanan terhadap sejumlah pengunjuk rasa.
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, menyebut sebagian besar yang diamankan adalah mahasiswa dari berbagai organisasi.
Meski demikian, saat diwawancarai setelah suasana kondusif, Desmont belum dapat mengidentifikasi para mahasiswa yang diamankan tersebut. Mereka saat ini tengah diperiksa polisi.
"Benar, ada beberapa mahasiswa yang kami amankan untuk dimintai keterangan," ujarnya.
Ia menambahkan, aparat sebelumnya sudah memberikan ruang yang cukup luas bagi massa untuk menyampaikan aspirasi.
Namun, ketika aksi meluas hingga menutup akses jalan vital dan mengganggu ketertiban umum, aparat memutuskan untuk mengambil langkah tegas.
Baca juga: Ketua IMM Gorontalo Diamankan Polisi, Arif Bina Sempat Sembunyi di Kebun
Di sisi lain, beberapa peserta aksi menilai tindakan aparat terlalu represif.
Sejumlah mahasiswa mengaku mengalami luka akibat dorongan dan semprotan gas air mata.
Aksi demonstrasi ini merupakan bagian dari gelombang protes nasional menolak kinerja DPR RI yang dianggap boros anggaran dan tidak berpihak kepada rakyat.
Di Gorontalo, ribuan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat turun ke jalan menyuarakan tuntutan perubahan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Simpang 5 berangsur kondusif.