Pelecehan Anak di Gorontalo
Pria Lansia Diduga Cabuli Anak-anak di Dalam Masjid, Ternyata Guru Ngaji
Seorang pria berusia lanjut (lansia) diduga mencabuli muridnya sendiri di bawah umur.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang pria berusia lanjut (lansia) diduga mencabuli muridnya sendiri di bawah umur.
Aksi bejat ini ironisnya dilakukan di dalam masjid tempat pelaku beribadah.
Kejadian ini terungkap setelah korban memberanikan diri menceritakan perlakuan buruk yang dialaminya kepada temannya.
Berdasarkan laporan kepolisian, tindakan tidak senonoh itu terjadi berulang kali sejak Mei hingga Agustus 2025.
Awalnya, pelaku yang merupakan imam masjid itu hanya meraba kepala korban dengan dalih kasih sayang.
Namun, perbuatan itu semakin tidak terkendali hingga menyentuh bagian sensitif korban.
Ibu korban baru mengetahui kejadian ini pada Sabtu, 23 Agustus 2025, setelah anaknya bercerita.
Menurut pengakuan sang ibu, anaknya sempat ketakutan saat menceritakan pengalaman buruk tersebut.
Sebelum kasus ini terbongkar, terduga pelaku bahkan sempat meminta korban untuk kembali datang ke masjid saat salat subuh.
Sejak saat itu, ibu korban melarang keras anaknya mendekati masjid tersebut.
Pihak keluarga sempat mencoba menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan melalui mediasi dengan pemerintah setempat, namun gagal karena pelaku tidak hadir.
"Mediasi belum jadi karena dia tidak datang," ungkap ibu korban.
Merasa tidak tenang dan demi mendapatkan keadilan, sang ibu akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum.
"Karena tidak ada tindak lanjut, saya langsung ke Polres. Sore itu juga saya buat laporan," jelasnya.
Kasi Humas Polres Gorontalo, Iptu Wawan Suryawan, membenarkan adanya laporan tersebut.
"Iya, orang tua korban sudah melapor di Polres," ujar Iptu Wawan.
Sementara itu, Kanit PPA Polres Gorontalo, Aipda Stalin Kadir, menyatakan bahwa pihaknya akan segera meminta keterangan dari korban dan keluarganya.
Pihak kepolisian juga akan memanggil saksi-saksi terkait.
"Korban juga sudah menjalani visum dengan didampingi Dinas P2TP2A Kabupaten Gorontalo," tegas Aipda Stalin.
Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mendalami kasus yang telah meresahkan masyarakat Gorontalo tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Imam Masjid Gorontalo Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Orang Tua Lapor Polisi
Cara mencegah anak jadi korban pelecehan
Pelecehan anak adalah masalah serius yang bisa menimpa siapa saja, dan sebagai orang tua atau orang dewasa, kita punya peran penting untuk melindungi mereka.
Mencegah anak menjadi korban pelecehan membutuhkan kombinasi dari pendidikan, komunikasi, dan menciptakan lingkungan yang aman.
Mengajarkan Anak tentang Batasan Tubuh dan Pelecehan
Ajarkan konsep 'rahasia baik' dan 'rahasia buruk'. Rahasia baik adalah kejutan, seperti pesta ulang tahun.
Rahasia buruk adalah sesuatu yang membuat anak tidak nyaman, takut, atau bingung, dan harus segera diceritakan kepada orang dewasa yang dipercaya.
Berikan anak kosakata yang tepat untuk anggota tubuh mereka.
Gunakan nama-nama yang benar dan ajarkan mereka bahwa tidak ada orang yang boleh menyentuh bagian pribadi mereka, begitu pula sebaliknya.
Tanamkan pemahaman bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri.
Anak berhak mengatakan "tidak" jika ada yang menyentuh atau membuat mereka tidak nyaman, bahkan jika itu adalah anggota keluarga atau teman dekat.
Membangun Komunikasi yang Terbuka dan Aman
Jadilah orang tua atau orang dewasa yang bisa dipercaya.
Ciptakan hubungan yang hangat dan tidak menghakimi agar anak merasa nyaman untuk berbagi cerita apa pun tanpa takut dimarahi atau dihukum. Dengarkan saat anak berbicara.
Beri perhatian penuh ketika anak menceritakan sesuatu, terutama jika mereka tampak gelisah, cemas, atau menceritakan kejadian yang aneh. Lakukan percakapan terbuka secara rutin.
Bicarakan tentang apa yang mereka alami di sekolah, di rumah teman, atau di internet. Ini akan membantu Anda mendeteksi perubahan perilaku atau hal-hal yang tidak biasa.
Ajarkan anak siapa saja orang dewasa yang bisa mereka percaya.
Beritahu mereka untuk segera bercerita kepada Anda, guru, atau anggota keluarga lain yang tepercaya jika mereka mengalami atau melihat sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman.
(TribunGorontalo.com/Tim Redaksi)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.