Minggu, 8 Maret 2026

Perang Iran dan Amerika

AS Sudah Serang Iran, Tapi Trump Sebut ‘Gelombang Besar’ Belum Datang, Apa Maksudnya?

Ketegangan di Timteng kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan serangan militer yang lebih besar terhadap Iran.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto AS Sudah Serang Iran, Tapi Trump Sebut ‘Gelombang Besar’ Belum Datang, Apa Maksudnya?
TribunGorontalo.com
PERANG -- Presiden AS Donald Trump peringatkan Iran terkait serangan gelombangan kedua. 
Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan gelombang serangan militer yang lebih besar terhadap Iran di tengah konflik yang terus meningkat di Timur Tengah.
  • Serangan awal Amerika Serikat dan sekutunya menargetkan fasilitas militer Iran, sementara Teheran membalas dengan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk.
  • Eskalasi konflik tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan luas, serta memicu kekhawatiran dunia akan potensi perang yang lebih besar.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan serangan militer yang lebih besar terhadap Iran.

Trump memperingatkan bahwa gelombang serangan berikutnya bisa jauh lebih besar dari operasi sebelumnya. Ia bahkan menyebut bahwa “serangan besar” terhadap Iran belum benar-benar dimulai dan masih akan meningkat dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik bersenjata yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah, melibatkan serangan udara, rudal, serta balasan militer dari berbagai pihak.

Trump Isyaratkan Serangan Lebih Besar

Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama sekutunya akan terus ditingkatkan.

Baca juga: Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu

Ia mengatakan militer AS memiliki kekuatan besar dan masih menyimpan kemampuan serangan yang lebih kuat.

Trump bahkan menegaskan bahwa gelombang serangan berikutnya terhadap Iran bisa menjadi tahap paling besar dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran dunia internasional karena dapat memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.

Konflik Berawal dari Serangan Militer Besar

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan sekutunya melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari 2026.

Operasi militer tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer, sistem pertahanan udara, serta instalasi yang diduga berkaitan dengan program rudal dan nuklir Iran.

Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang dikenal sebagai Operation Lion’s Roar, yang menargetkan sejumlah fasilitas penting di beberapa kota Iran termasuk Teheran.

Ledakan besar dilaporkan terjadi di beberapa wilayah dan menimbulkan kerusakan luas pada infrastruktur militer.

Iran Luncurkan Serangan Balasan

Setelah serangan awal tersebut, Iran merespons dengan meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke berbagai target di kawasan Timur Tengah.

Serangan balasan tersebut dilaporkan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat dan wilayah sekutu di kawasan Teluk.

Beberapa negara di kawasan, termasuk Bahrain, Qatar, dan Oman, turut terdampak oleh serangan rudal atau drone yang diluncurkan selama konflik berlangsung.

Situasi ini membuat konflik tidak lagi terbatas pada satu negara, melainkan berpotensi meluas ke seluruh kawasan.

Trump Tuntut Iran Menyerah Tanpa Syarat

Dalam perkembangan terbaru, Trump juga menuntut Iran untuk menyerah tanpa syarat guna menghentikan konflik.

Ia bahkan memperingatkan bahwa Iran akan “dipukul sangat keras” jika tidak mengubah sikapnya.

Pernyataan tersebut semakin memperkeruh situasi diplomatik yang sebelumnya masih mencoba mencari jalur negosiasi.

Ribuan Serangan dan Korban Berjatuhan

Seiring meningkatnya operasi militer, intensitas serangan di kawasan juga semakin besar.

Militer Amerika Serikat dilaporkan telah melancarkan ribuan serangan terhadap target militer Iran sejak konflik meningkat.

Korban jiwa pun terus bertambah di berbagai wilayah yang terdampak konflik, sementara serangan balasan Iran juga menimbulkan kerusakan di beberapa negara kawasan Teluk.

Selain korban jiwa, konflik tersebut juga menyebabkan gangguan penerbangan, kerusakan infrastruktur, hingga ketidakstabilan ekonomi global.

Kekhawatiran Dunia Internasional

Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran besar dari berbagai negara dan organisasi internasional.

Banyak pihak menyerukan agar semua pihak menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi.

Namun hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa konflik akan segera mereda, sementara ancaman serangan baru terus disampaikan oleh pihak yang terlibat.

Situasi ini membuat Timur Tengah kembali berada dalam ketegangan tinggi yang berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 08 Maret 2026 (18 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved