Senin, 9 Maret 2026

Berita Internasional

Rusia Blokir Snapchat dan Roblox, Tuduh Dipakai untuk Aktivitas Ekstremisme dan Terorisme

Badan pengawas internet dan media Rusia, Roskomnadzor, kembali memperketat kontrol ruang digital negara tersebut.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Rusia Blokir Snapchat dan Roblox, Tuduh Dipakai untuk Aktivitas Ekstremisme dan Terorisme
Tribunnews.com
APLIKASI -- Rusia kembali memperketat kontrol ruang digitalnya dengan memblokir Snapchat dan Roblox, serta membatasi FaceTime, setelah menuduh platform-platform tersebut digunakan untuk aktivitas ekstremisme, terorisme, hingga penyebaran konten yang dianggap ilegal, langkah yang semakin menegaskan arah regulasi internet Rusia yang semakin tertutup sejak invasi ke Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Badan pengawas internet dan media Rusia, Roskomnadzor, kembali memperketat kontrol ruang digital negara tersebut.

Pekan ini, mereka mengumumkan pemblokiran terhadap dua platform populer, Snapchat dan Roblox.

Otoritas resmi negara terbesar di dunia itu menuduh bahwa keduanya digunakan untuk aktivitas “ekstremis dan teroris.”

Roskomnadzor pada Kamis menyatakan bahwa pihaknya secara resmi memblokir Snapchat, meski aplikasi itu sebenarnya sudah tidak dapat diakses sejak 10 Oktober.

Dalam pernyataannya, yang dikutip media pemerintah, lembaga tersebut menuding Snapchat dimanfaatkan untuk mengorganisir dan melancarkan aksi teror, merekrut pelaku, serta melakukan penipuan dan kejahatan lain terhadap warga Rusia.

Baca juga: Calon Lawan Pertama Meksiko di Piala Dunia 2026, Ini Daftar 11 Kandidatnya

Sehari sebelumnya, regulator tersebut mengeluarkan pengumuman serupa terkait Roblox.

Platform gim yang sangat populer di kalangan anak muda itu dituduh memungkinkan penyebaran propaganda yang dianggap mendukung aktivitas ekstremis atau teroris.

Roskomnadzor juga menuduh Roblox digunakan untuk menyebarkan “informasi LGBT,” yang menurut hukum Rusia dikategorikan sebagai konten ekstremis.

Tidak berhenti di sana, pada Kamis Roskomnadzor juga mengumumkan akan memberlakukan “tindakan pembatasan” pada layanan panggilan video FaceTime milik Apple.

Media pemerintah TASS melaporkan bahwa badan tersebut menuduh FaceTime digunakan untuk mengoordinasikan aksi teror, merekrut pelaku, serta melakukan penipuan dan kejahatan lainnya.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Roblox mengatakan kepada Business Insider bahwa perusahaan memiliki “komitmen mendalam terhadap keselamatan” dan terus mengambil langkah proaktif untuk mendeteksi dan mencegah konten berbahaya di platform mereka.

“Kami menghormati regulasi lokal di setiap negara tempat kami beroperasi dan percaya Roblox menyediakan ruang positif untuk belajar, berkarya, dan terhubung secara bermakna bagi semua orang,” ujarnya.

Pada 2022, CEO Roblox Dave Baszucki pernah menyampaikan bahwa Rusia menyumbang sekitar dua juta pengguna aktif harian, dibandingkan dengan 11 juta pengguna di Amerika Serikat.

Sementara itu, Apple dan Snap Inc. belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang dikirim Business Insider di luar jam kerja.

Sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai, pemerintah Rusia semakin memperketat regulasi internet. Berbagai platform internasional, termasuk WhatsApp, Instagram, dan Signal, menghadapi pembatasan atau pemblokiran.

Telegram, aplikasi pesan yang didirikan Pavel Durov, juga mengalami pembatasan parsial, terutama pada fitur panggilan suara dan video.

Banyak pihak menduga Kremlin juga memperlambat lalu lintas YouTube di negara itu.

Pemerintah Rusia selama bertahun-tahun menggunakan alasan pemberantasan ekstremisme dan terorisme sebagai dasar pembatasan internet, namun sejak 2022, istilah tersebut juga digunakan untuk menggambarkan serangan yang dilakukan Ukraina atau kelompok partisan anti-Kremlin.

Meski demikian, belum jelas apakah pembatasan terbaru ini secara langsung terkait dengan aktivitas tersebut.

Kementerian Pertahanan Ukraina tidak memberikan komentar ketika dihubungi Business Insider di luar jam kerja.

Rusia juga menghadapi sejumlah serangan domestik yang tidak memiliki kaitan kuat dengan Ukraina.

Pada Maret 2024, sedikitnya 149 orang tewas dan 609 lainnya terluka dalam serangan terkoordinasi di sebuah venue konser di Moskow. 

Cabang ISIS yang berbasis di Afghanistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dengan deretan pembatasan baru ini, ruang digital Rusia semakin menunjukkan arah menuju kontrol yang lebih ketat dan tertutup, di tengah meningkatnya kekhawatiran pemerintah terhadap ancaman keamanan domestik maupun geopolitik. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved