Mobil Jurnalis Italia Meledak, Giorgia Meloni Langsung Buka Suara!
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Jumat (17/10) mengecam keras serangan terhadap jurnalis investigasi terkemuka Sigfrido Ranucci
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-LEDAKAN-Sebuah-ledakan-terjadi-di-sebuah-rumah-jurnalis-Italia.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Jumat (17/10) mengecam keras serangan terhadap jurnalis investigasi terkemuka Sigfrido Ranucci, setelah sebuah alat peledak meledak di bawah mobilnya di luar rumahnya di Pomezia, wilayah selatan Roma, Kamis malam waktu setempat.
Ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun merusak satu mobil keluarga lainnya serta sebuah rumah di sekitar lokasi.
Kantor kejaksaan anti-mafia Italia telah membuka penyelidikan resmi terkait insiden tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita ANSA.
“Saya menyampaikan solidaritas penuh kepada jurnalis Sigfrido Ranucci dan mengecam keras tindakan intimidasi serius yang menimpanya,” ujar Meloni dalam pernyataannya.
“Kebebasan dan independensi informasi adalah nilai yang tidak bisa ditawar dalam demokrasi, dan kami akan terus mempertahankannya.”
Ranucci dan Pemerintah Meloni Sering Bersitegang
Ranucci dikenal sebagai pembawa acara program investigasi “Report” di televisi nasional RAI, yang kerap menyoroti kasus-kasus sensitif terkait pejabat pemerintahan Italia.
Hubungannya dengan pemerintahan Meloni memang tidak harmonis. Program yang ia pimpin pernah menayangkan penyelidikan mengenai dugaan keterlibatan pejabat pemerintah dalam upaya pengambilalihan bank besar Mediobanca oleh Monte dei Paschi di Siena.
Kasus tersebut bahkan membuat Kepala Staf Perdana Menteri, Gaetano Caputi, menggugat acara Report secara hukum pada Juli lalu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ranucci juga menghadapi serangkaian gugatan hukum dari anggota pemerintahan Meloni, termasuk Presiden Senat Ignazio La Russa, Menteri Keuangan Giancarlo Giorgetti, dan keluarga politik berpengaruh seperti keluarga Berlusconi.
Pemerintah dan Publik Italia Kecam Serangan
Meski sempat berkonflik, sejumlah pejabat di pemerintahan Meloni turut mengecam keras aksi teror terhadap Ranucci.
Menteri Pertahanan Guido Crosetto menyebut serangan itu sebagai “tindakan pengecut dan tidak dapat diterima.”
Sementara Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi berjanji akan memberikan dukungan penuh aparat kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku serta memperkuat perlindungan bagi sang jurnalis.
Hidup di Bawah Perlindungan Polisi
Ranucci sendiri telah hidup di bawah penjagaan polisi selama bertahun-tahun akibat ancaman yang diterimanya menyusul berbagai liputan mengenai politisi, pebisnis, tokoh publik, hingga jaringan mafia dan korupsi di Italia.
Menariknya, insiden bom ini terjadi hanya beberapa hari setelah Ranucci dibebaskan dari tuduhan pencemaran nama baik terkait salah satu investigasi yang ditayangkan dalam program Report.
Kekhawatiran atas Kebebasan Pers di Italia
Sejak menjabat pada 2022, Giorgia Meloni kerap dikritik oleh organisasi pengawas kebebasan pers di Eropa atas sejumlah langkah yang dianggap mengancam independensi media.
Beberapa tindakan pemerintah, seperti ancaman hukum terhadap jurnalis dan upaya sensor, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kondisi kebebasan pers di Italia, negara yang selama ini dikenal memiliki tradisi jurnalisme investigatif kuat.
Insiden ini menambah daftar panjang tekanan dan ancaman terhadap jurnalis di Italia, sekaligus menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintahan Meloni dalam menjaga kebebasan pers di negaranya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.