Jumat, 13 Maret 2026

Indonesia Gelontorkan Rp 145 Triliun untuk Bawa Pulang 42 Jet Tempur dari China

Indonesia resmi menggelontorkan dana fantastis senilai Rp145 triliun untuk membeli 42 unit jet tempur Chengdu J-10C buatan China.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Indonesia Gelontorkan Rp 145 Triliun untuk Bawa Pulang 42 Jet Tempur dari China
defencesecurityasia.com
JET TEMPUR -- Indonesia membuat langkah besar di langit pertahanan. Pemerintah resmi mengucurkan dana Rp145 triliun untuk membawa pulang 42 jet tempur Chengdu J-10C buatan China — pembelian pertama dari luar blok Barat dalam sejarah modern negeri ini. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Indonesia resmi menggelontorkan dana fantastis senilai Rp145 triliun untuk membeli 42 unit jet tempur Chengdu J-10C buatan China.

Langkah ini menandai babak baru dalam strategi pertahanan udara nasional sekaligus menjadi pembelian pertama Indonesia terhadap pesawat tempur non-Barat.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi kesepakatan tersebut di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Ia menyebut pembelian itu merupakan bagian dari program besar modernisasi alutsista yang tengah digencarkan pemerintah.

“Mereka akan segera terbang di langit Jakarta,” ujar Sjafrie singkat saat ditemui di Kementerian Pertahanan.

Meski tidak mengungkap rincian kontrak, Sjafrie memastikan kesepakatan telah melalui proses evaluasi teknis dan strategis bersama TNI Angkatan Udara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut membenarkan bahwa pembiayaan pembelian jet tersebut telah disetujui pemerintah.

Nilainya mencapai lebih dari USD 9 miliar, setara dengan sekitar Rp145 triliun.

“Semuanya sudah siap. Saya hanya perlu memastikan jadwal kedatangan pesawat-pesawat itu dari Beijing ke Jakarta,” kata Purbaya kepada wartawan.

Jet J-10C sendiri merupakan pesawat tempur generasi 4.5 yang disebut-sebut memiliki kemampuan manuver tinggi, sistem radar canggih, dan kompatibilitas dengan berbagai persenjataan udara mutakhir.

Pembelian jet tempur China ini menjadi bagian dari upaya pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat postur pertahanan nasional dan mempercepat kemandirian industri militer dalam negeri.

Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2019, Prabowo aktif menjalin kerja sama pertahanan dengan berbagai negara, mulai dari Prancis, Rusia, Turki, hingga Amerika Serikat, demi memperkuat sistem pertahanan dan teknologi strategis Indonesia.

Selain dengan China, Indonesia juga telah menandatangani kontrak pembelian 42 jet Dassault Rafale dari Prancis yang dijadwalkan tiba mulai awal 2026.

Dari Turki, Indonesia juga akan menerima 48 unit jet tempur KAAN yang masih dalam tahap produksi.

Pengamat pertahanan dari Indonesia Institute for Defense and Strategic Studies (IIDS), Beni Sukadis, menilai langkah ini sebagai sinyal perubahan arah politik pertahanan Indonesia yang sebelumnya lebih bergantung pada alutsista Barat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved