Minggu, 22 Maret 2026

Kecelakaan di Gorontalo Utara

Breaking News: Kecelakaan Maut di Gorontalo Utara, Ibu dan Balita Kehilangan Nyawa

Kecelakaan lalu lintas  terjadi di ruas jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Popalo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Breaking News: Kecelakaan Maut di Gorontalo Utara, Ibu dan Balita Kehilangan Nyawa
Facebok
KECELAKAAN MAUT -- Kolase foto tangkapan layar Facebook. Kecelakaan maut terjadi di Desa Popalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (17/3/2026). (Sumber: FB Dian Putri Ismail) 
Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Trans Sulawesi, Desa Popalo, melibatkan sebuah mobil pikap bermuatan delapan orang yang hilang kendali dan menghantam pintu kanan truk dari arah berlawanan
  • Insiden tragis ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu seorang ibu berinisial HN di lokasi kejadian dan anaknya yang masih balita berinisial IS setelah sempat mendapatkan penanganan medis
  • 6 orang lainnya termasuk pengemudi pikap mengalami luka serius dan telah dirujuk ke rumah sakit

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kecelakaan lalu lintas  terjadi di ruas jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Popalo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Desa Popalo berjarak sekitar 71,4 kilometer dari pusat Kota Gorontalo dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 49 menit melalui jalur darat.

Adapun peristiwa ini mendadak viral di jagat maya. Akun Facebook Kak Ramang Uti membagikan video detik-detik warga menyaksikan  korban di dalam mobil pikup yang rusak berat.

Dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut, terlihat jelas betapa dahsyatnya benturan yang terjadi antara kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Sebuah mobil pribadi berwarna hitam yang berada di lokasi tampak mengalami kerusakan yang sangat parah hingga nyaris tak berbentuk lagi.

Bagian depan dan samping mobil terlihat ringsek total, menunjukkan betapa kuatnya energi hantaman saat tabrakan itu terjadi di jalur Trans Sulawesi.

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan situasi yang sangat dramatis dan penuh kepanikan sesaat setelah kecelakaan berlangsung.

Para warga setempat bersama para pengendara yang kebetulan melintas langsung memadati tempat kejadian perkara (TKP).

Warga berbondong-bondong mencoba memberikan pertolongan pertama kepada para korban yang masih terjebak di dalam puing-puing kendaraan.

Suasana kepanikan pecah ketika warga berupaya sekuat tenaga mengevakuasi korban yang terjepit di antara badan mobil yang sudah hancur.

Seorang warga mencoba menenangkan massa yang mulai membeludak dan berdesak-desakan di TKP.

"Sabar dulu, sabar dulu," seru salah seorang warga dalam video berdurasi 13 detik tersebut. 

Di tengah riuhnya suasana, beberapa warga lainnya terdengar berteriak lantang meminta agar akses jalan segera dibuka agar evakuasi tidak terhambat.

"Bawa ke rumah sakit ini dia, mari bawa keluar! Cepat-cepat!" teriak warga lain.

Baca juga: 7 Fakta Kecelakaan Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Panggilan Terakhir Fanni Jadi Sorotan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kejadian ini akhirnya mulai terungkap setelah pihak kepolisian melakukan olah TKP awal.

Kapolsek Anggrek, IPDA Roman Sunge, memberikan keterangan resmi mengenai awal mula terjadinya tragedi yang merenggut nyawa ini.

Kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil truk yang dikemudikan oleh pria berinisial YH alias Yunus dan sebuah mobil pikap.

Awalnya, truk yang dikemudikan Yunus tersebut bergerak stabil dari arah Kwandang menuju wilayah Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur.

Namun, dari arah berlawanan, yakni dari arah Buol menuju Kabupaten Gorontalo, melaju sebuah mobil pikap yang dikemudikan oleh AN alias Ahmad.

Setibanya di jalan Trans Sulawesi Desa Popalo, petaka dimulai ketika mobil pick-up tersebut tiba-tiba kehilangan kendali secara mendadak.

Mobil pikap bernomor polisi DM 8016 B0 itu diduga masuk ke lajur kanan dan langsung menghantam bagian pintu sebelah kanan truk yang datang dari arah berlawanan.

Benturan keras tersebut tak terelakkan, menyebabkan guncangan hebat yang membuat para penumpang di bak belakang pikap terpental.

Diketahui, mobil pikap tersebut mengangkut muatan yang cukup padat, yakni sebanyak delapan orang penumpang di dalamnya.

Satu orang penumpang berinisial HN alias Hadijah dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian akibat luka yang sangat parah.

Tragedi tidak berhenti di situ; seorang anak balita berusia tiga tahun berinisial IS, yang merupakan anak dari korban HN, juga dinyatakan meninggal dunia.

Balita malang tersebut sempat dilarikan ke Puskesmas Anggrek, namun nyawanya tidak tertolong saat sedang mendapatkan penanganan medis darurat.

Selain dua korban meninggal dunia, tercatat ada enam orang lainnya yang mengalami luka-luka serius, termasuk sang sopir pikap, AN.

Seluruh korban luka saat ini telah dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

Hingga saat ini, kasus kecelakaan maut ini masih dalam penanganan mendalam oleh Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Utara guna penyelidikan lebih lanjut. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved