Pemkab Gorontalo Utara
Kesan Peserta Bercahaya Night Run Gorontalo Utara, Outfit Disiapkan Berbulan-bulan
Bercahaya Night Run yang digelar Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara pada Rabu malam (17/12/2025) meninggalkan kesan mendalam
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-tiga-peserta-Bercahaya-Night-Run.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Bercahaya Night Run yang digelar Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara pada Rabu malam (17/12/2025) meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Tak sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang membanggakan karena untuk pertama kalinya lari malam berskala menengah digelar di Gorontalo Utara.
Sejumlah peserta mengaku antusias sejak awal mengikuti kegiatan tersebut.
Lina Hasan, warga Kelurahan Limba B, Kota Gorontalo, mengatakan Night Run Bercahaya memberikan pengalaman berbeda dibanding event lari yang biasa digelar di pusat kota.
“Kami bangga bisa ikut. Ini night run pertama dan dilaksanakan di Gorontalo Utara. Jujur tidak menyangka kabupaten bisa menggelar event seperti ini,” ujar Lina usai kegiatan.
Hal senada disampaikan Tasya Hasan, peserta asal Desa Molingkapoto, Gorontalo Utara.
Menurutnya, Night Run Bercahaya menjadi ajang yang sangat dinikmati karena konsep lari malam dengan nuansa cahaya jarang ditemui di daerah tersebut.
“Biasanya event seperti ini adanya di kota. Sekarang Gorontalo Utara bisa bikin, tentu kami senang dan menikmati. Running malam ini benar-benar seru,” katanya.
Antusiasme peserta tidak hanya terlihat saat berlari, tetapi juga dalam persiapan. Lina dan Tasya mengaku menyiapkan outfit bercahaya jauh hari sebelum pelaksanaan.
“Outfit ini kami persiapkan lama, bisa dua sampai tiga bulan. Kami excited karena ingin tampil bercahaya dan ikut meramaikan suasana,” ujar Lina sambil menunjuk aksesoris yang dikenakannya.
Selain penampilan, persiapan fisik juga dilakukan. Tasya menyebut dirinya rutin berlari sore sejauh dua hingga tiga kilometer untuk menjaga kondisi tubuh.
“Karena ini olahraga, pasti ada persiapan fisik. Biasanya lari sore hampir tiap hari supaya saat malam kegiatan bisa optimal,” ucapnya.
Ia menambahkan, ada jadwal lari bersama yang dilakukan sebelum kegiatan berlangsung. Peserta bebas memilih waktu pagi atau sore sebagai bentuk latihan bersama menjelang night run.
Tak hanya peserta dari luar daerah, warga Gorontalo Utara pun merasakan kebanggaan tersendiri. Tata Arbie, peserta asal Desa Bulalo, mengaku meski jarak tempuh hanya lima kilometer, lari malam memberikan tantangan berbeda.
“Senang sekali, ini pertama kali ikut event lari malam. Walaupun cuma lima kilo, tapi capeknya terasa karena beda suasana,” katanya.