Pemkab Gorontalo Utara
Fadel Muhammad Puji dan Siap Dukung G2-10 Gorontalo Utara
Anggota DPD RI asal Gorontalo, Fadel Muhammad, memuji inovasi program G2-10 yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara di
TRIBUNGORONTALO.COM – Anggota DPD RI asal Gorontalo, Fadel Muhammad, memuji inovasi program G2-10 yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara di bawah kepemimpinan Bupati Thariq Modanggu.
G2-10 atau Gerakan Dua Kambing dan Sepuluh Ayam adalah program unggulan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.
Fadel menyatakan siap mendukung upaya Pemerintah Daerah Gorontalo Utara dalam mendorong pembangunan yang efektif, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Pertemuan antara Fadel dan Bupati Thariq berlangsung pada Kamis (10/10/2025) pagi.
Keduanya membahas arah pembangunan dan potensi pengembangan ekonomi daerah, termasuk strategi memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah harus berani melakukan terobosan untuk meningkatkan efektivitas pembangunan, mempercepat pelayanan publik, serta membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta dan masyarakat,” ujar Fadel.
Kata dia, inovasi dan kemitraan menjadi kunci agar program pembangunan tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD, salah satunya G2-10 tersebut.
Fadel juga mengapresiasi langkah Pemkab Gorontalo Utara yang terus menonjolkan kemandirian dan inovasi daerah.
Ia menilai program G2-10 menjadi langkah nyata untuk mempercepat kemajuan Gorontalo Utara.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Fadel Muhammad terhadap pengembangan daerahnya.
“Pak Fadel adalah sosok pemimpin yang punya rekam jejak kuat dalam membangun ekonomi daerah. Produk lokal yang beliau hasilkan dulu masih menjadi branding Gorontalo sampai sekarang,” ujar Thariq.
“Beliau punya pengetahuan luas, bahkan sudah sangat profesional dalam pandangan konstruktif soal ekonomi. Kita berharap bantuan beliau, baik melalui pengetahuan maupun jaringan yang luas, bisa memperkuat program G2-10 ini,” lanjutnya.
Thariq juga berharap agar Fadel membantu mempublikasikan program ini di level nasional.
"Dan tentu kami siap menyambut kehadiran beliau kembali di Gorontalo Utar, bahkan beliau sudah siap datang membawa kambing,” tambah Thariq sambil tersenyum.
Terakhir, Thariq menganggap dukungan Fadel sangat penting lantaran pernah membawa jagung jadi komoditar unggulan saat masih menjabat Gubernur Gorontalo.
Apa itu G2-10?
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu meluncurkan program Gerakan 2 Kambing dan 10 Ayam (G2-10) di Mini Ranch Tomilito.
Gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk turis asal Eropa yang menyumbang 17 ekor kambing saat upacara 17 Agustus 2025 di halaman Kantor Bupati, serta Rektor Universitas Bina Mandiri yang menyumbang sepasang kambing di hari yang sama.
Dalam TribunPodcast yang dipandu oleh Aldi Ponge, Manajer Konten TribunGorontalo.com di Kantor Bupati Gorontalo Utara, Thariq menjelaskan awal mula munculnya ide G2-10.
"Dari 15 program 100 hari kerja, memang ada yang unik, termasuk G2-10," ujar Thariq.
Sebelum menjelaskan G2-10, Thariq menyebut bahwa pemimpin dengan visi besar adalah Fadel Muhammad, yang terkenal dengan branding jagung dari Gorontalo.
"Saya punya pengalaman saat kuliah S3 di Yogyakarta. Begitu saya memperkenalkan diri sebagai Thariq Modanggu dari Gorontalo, teman-teman dari berbagai penjuru langsung menyahut, 'Oh, Pak Fadel jagung!'" kenangnya.
Branding jagung Fadel Muhammad sangat melekat, padahal luas lahan Gorontalo tidak sebesar provinsi lain. Dari sanalah Thariq berpikir, Gorontalo belum memiliki branding ekonomi yang dikenal luas.
Ia ingin menggerakkan ekonomi Gorontalo Utara yang memiliki potensi besar dari laut hingga pertanian.
Thariq menginginkan sebuah pemicu atau penggerak ekonomi yang masif dan berdampak besar bagi daerah, sekaligus sejalan dengan program strategis nasional.
"Pikiran-pikiran itu sudah ada, bahkan saat proses di Mahkamah Konstitusi masih berlangsung. Saya sudah memikirkan apa yang akan saya lakukan untuk daerah ini jika menang. Saya optimistis dengan doa dan ikhtiar," katanya. Menurutnya, perjuangan bukan hanya soal menang, tetapi apa yang akan diperbuat setelahnya.
Dari keresahan tersebut, ia terus mencari ide dan membuka ruang diskusi dengan siapa pun. Salah satunya adalah Amran Mustafa, tokoh dari Bone Bolango, yang berdiskusi dengannya sebelum ia dilantik.
"Ide kambing muncul dari beliau saat berdiskusi. Katanya, 'Jika Pak Thariq punya seribu ekor kambing, maju lima tahun lagi pun bisa menang.' Awalnya, ide ini hanya untuk saya pribadi," jelas Thariq.
Setelah dilantik, di hari pertama kerja, Thariq membuat pakta integritas bersama semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung semua program. Ia kemudian turun ke lapangan, mengunjungi tiga lokasi potensial penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk Pelabuhan Kwandang dan Mini Ranch Tomilito, area peternakan sapi seluas 5 hektar yang terbengkalai.
"Melihat area yang terbengkalai itu, saya teringat ide Pak Amran tentang kambing. Kandang ini bisa menjadi contoh untuk peternakan," tuturnya.
Menurut Thariq, beternak kambing lebih cepat dibandingkan sapi yang membutuhkan biaya dan area yang lebih besar.
Selain itu, Thariq berpendapat bahwa kambing sangat penting bagi masyarakat untuk akikah, yang juga merupakan sunah Rasul.
"Jika tidak ada kambing, pakai apa untuk akikah anak yang baru lahir? Anak laki-laki butuh dua ekor, sementara anak perempuan satu ekor," ujarnya.
Awalnya, muncul ide satu Aparat Sipil Negara (ASN) satu kambing, dan konsepnya langsung dibuat bersama Kepala Dinas Peternakan.
Namun, saat mengikuti retret di Jatinagor, ia terus memikirkan tanggung jawab kepala daerah dalam mendukung program nasional ketahanan pangan yang menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto.
Diskusi dengan Kadis Peternakan pun terus berlanjut agar program ini dapat masuk dalam 100 hari kerja.
Setelah salat subuh, Thariq berpikir bahwa konsep satu ASN satu kambing bisa dianggap pemaksaan, sehingga konsep tersebut tidak jadi diterapkan. Muncul kembali ide dua kambing, yang terinspirasi dari nomor urutnya saat pertarungan politik.
Angka dua juga sesuai dengan kebutuhan beternak, yaitu sepasang jantan dan betina.
Ia juga memikirkan masyarakat miskin yang tidak mampu, sehingga kambing tidak bisa berdiri sendiri. Ayam ditambahkan agar hasilnya lebih cepat.
"Dalam perjalanan dari masjid menuju wisma, tiba-tiba muncul 2 kambing dan 10 ayam. Kenapa harus 10? Saya tidak tahu, itu saja yang muncul. Karena ini tidak bisa jadi instruksi, maka harus menjadi gerakan," ungkapnya.
Pada akhirnya, gerakan ini dibuat agar semua pihak Bupati, ASN, perusahaan swasta, perguruan tinggi, dan lainnya dapat berinvestasi. Program ini dinamai G2-10 dan dipatenkan.
"Siapa saja bisa menjadi investor. Kambing tidak hanya diberikan cuma-cuma, tetapi dikelola oleh BUMDes dengan sistem bagi hasil," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERTEMUAN-Momen-saat-eks-Gubernur-Gorontalo-Fadel-Muhammad.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.