Pemkab Bone Bolango
Lomba Bertutur Digelar 2 Hari di Bone Bolango, Bupati Ismet Tekankan Kemampuan Berpikir Anak
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango Provinsi Gorontalo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Lomba Bertutur
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Bone-Bolango-Ismet-Mile-membuka-langsung-lomba-bertutur.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bone Bolango menggelar Lomba Bertutur tingkat SD/MI pada 28–29 April 2026 sebagai sarana membentuk karakter, kecakapan berpikir, serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku dan cerita rakyat Gorontalo.
- Dalam pembukaan acara, Bupati Ismet Mile menekankan pentingnya melatih tiga aspek utama sejak dini
- Lomba yang diikuti 50 peserta ini memperebutkan hadiah uang pembinaan hingga jutaan rupiah
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango Provinsi Gorontalo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Lomba Bertutur bagi siswa SD/MI sederajat tingkat kabupaten, Selasa (28/4/2026).
Diketahui kegiatan berlangsung selama dua hari, 28 hingga 29 April 2026, dan diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Bone Bolango.
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, secara langsung membuka kegiatan tersebut.
Ismet menekankan pentingnya kemampuan dasar anak-anak dalam memahami, mengolah, hingga menyampaikan gagasan.
Menurutnya, kemampuan bertutur bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari proses membentuk karakter dan kecakapan berpikir generasi muda.
Selain itu dia menjelaskan, ada tiga kemampuan utama yang perlu dimiliki setiap individu sajak dini, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman.
Termasuk kemampuan menyusun konsep atau ide.
Politisi PPP itu menilai, anak-anak harus dilatih untuk mampu memahami persoalan dan menuangkannya dalam bentuk gagasan yang jelas.
Kata dia Kemampuan ini menjadi dasar dalam membangun cara berpikir yang terstruktur.
Kemudian yang kedua adalah kemampuan berinteraksi di forum.
Baca juga: Profil Syam T Ase, Eks Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp3 Miliar
Dalam hal ini, anak-anak diharapkan mampu menyampaikan pendapat, berdiskusi, hingga berdebat secara sehat.
Bagi Ismet Mile, kemampuan berbicara di depan orang lain tidak muncul begitu saja, melainkan harus dilatih sejak usia sekolah dasar.
"Kalau anak-anak sudah terbiasa bertutur, mereka akan lebih percaya diri saat berada di forum, bahkan mampu menyampaikan pendapat dengan baik," ujarnya.
Selanjutnya, ia juga menyinggung pentingnya kemampuan tampil di depan umum atau yang ia sebut sebagai kemampuan podium.
Kemampuan ini dinilai sangat penting karena berkaitan dengan keberanian, kepercayaan diri, serta tanggung jawab dalam menyampaikan sesuatu kepada publik.
Kemudian ketiga kemampuan tersebut saling berkaitan dan harus dibangun secara bertahap melalui kegiatan seperti lomba bertutur.
Karena itu, ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi bisa diperluas hingga ke tingkat kecamatan bahkan desa.
"Kegiatan seperti ini sebaiknya terus dilaksanakan dan dikembangkan, bukan hanya di tingkat kabupaten, tapi kalau bisa sampai ke desa," katanya.
Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong program-program yang berkaitan dengan peningkatan literasi dan kemampuan komunikasi anak.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan, Yudiawan Maksum, mengatakan lomba bertutur ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus melatih keberanian anak tampil di depan umum.
Ia menjelaskan, proses penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang literasi dan pendidikan anak.
“Dewan juri berjumlah tiga orang, terdiri dari satu ketua merangkap anggota dan dua anggota. Unsurnya bisa berasal dari pustakawan, pendongeng, guru, pegiat literasi, pemerhati literasi, hingga psikolog anak," kata Yudiawan.
Ia menyebutkan, materi lomba akan ditentukan langsung oleh dewan juri agar kualitas cerita yang dibawakan peserta tetap terjaga dan sesuai dengan tujuan kegiatan.
Peserta diharapkan mampu membawakan cerita dengan baik, mulai dari penguasaan materi, intonasi, hingga ekspresi saat bertutur.
Yudiawan menyebut, lomba ini diikuti minimal 50 peserta dari seluruh kecamatan di Bone Bolango, dan jumlah tersebut tercapai pada pelaksanaan tahun ini.
Ia menambahkan, selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal cerita rakyat Gorontalo.
"Melalui lomba ini, anak-anak tidak hanya belajar tampil, tapi juga mengenal budaya dan cerita daerah," ujarnya.
Untuk penghargaan, panitia telah menyiapkan piala, piagam, serta uang pembinaan bagi para pemenang.
Juara I akan memperoleh uang pembinaan hingga Rp5 juta, Juara II Rp4 juta, dan Juara III Rp3 juta.
Selain itu, terdapat pula kategori Juara Harapan I dengan hadiah Rp2 juta, Juara Harapan II Rp1,5 juta, serta Juara Harapan III sebesar Rp1 juta.
Pemenang pertama di tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Bone Bolango pada lomba bertutur tingkat Provinsi Gorontalo.
Di tingkat provinsi, hadiah yang disiapkan juga lebih besar, dengan Juara I memperoleh hingga Rp7 juta, Juara II Rp5 juta, dan Juara III Rp4 juta.
Kemudian Juara Harapan I sebesar Rp3 juta, Juara Harapan II Rp2,5 juta, dan Juara Harapan III Rp2 juta.
Meski demikian, Yudiawan menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata mengejar hadiah.
Ia menekankan, yang terpenting adalah pengalaman yang diperoleh anak-anak selama mengikuti lomba.
"Yang utama bukan hadiahnya, tapi bagaimana anak-anak berani tampil, percaya diri, dan mencintai buku," katanya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, anak-anak di Bone Bolango semakin dekat dengan dunia literasi, khususnya cerita rakyat daerah.
"Dengan lomba bertutur ini, kami berharap anak-anak Bone Bolango semakin dekat dengan buku, mengenal cerita rakyat Gorontalo, dan tumbuh dengan karakter yang baik," tukasnya.
Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan Buapti Ismet didampingi oleh istri tercinta. Ismet menggunakan pakai putih hitam lengkap dengan kopiah karanji.
Hadir juga sejumlah OPD terkait dan juga peserta yang didampingi langsung oleh guru-gurunya.
Kegiatan dari awal hingga akhir berjalan dengan baik dan lancar. Acara itu ditutup dengan foto bersama.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.