Pemkab Bone Bolango
Lomba Bertutur Digelar 2 Hari di Bone Bolango, Bupati Ismet Tekankan Kemampuan Berpikir Anak
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango Provinsi Gorontalo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Lomba Bertutur
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Bone-Bolango-Ismet-Mile-membuka-langsung-lomba-bertutur.jpg)
Kemampuan ini dinilai sangat penting karena berkaitan dengan keberanian, kepercayaan diri, serta tanggung jawab dalam menyampaikan sesuatu kepada publik.
Kemudian ketiga kemampuan tersebut saling berkaitan dan harus dibangun secara bertahap melalui kegiatan seperti lomba bertutur.
Karena itu, ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi bisa diperluas hingga ke tingkat kecamatan bahkan desa.
"Kegiatan seperti ini sebaiknya terus dilaksanakan dan dikembangkan, bukan hanya di tingkat kabupaten, tapi kalau bisa sampai ke desa," katanya.
Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong program-program yang berkaitan dengan peningkatan literasi dan kemampuan komunikasi anak.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan, Yudiawan Maksum, mengatakan lomba bertutur ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus melatih keberanian anak tampil di depan umum.
Ia menjelaskan, proses penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang literasi dan pendidikan anak.
“Dewan juri berjumlah tiga orang, terdiri dari satu ketua merangkap anggota dan dua anggota. Unsurnya bisa berasal dari pustakawan, pendongeng, guru, pegiat literasi, pemerhati literasi, hingga psikolog anak," kata Yudiawan.
Ia menyebutkan, materi lomba akan ditentukan langsung oleh dewan juri agar kualitas cerita yang dibawakan peserta tetap terjaga dan sesuai dengan tujuan kegiatan.
Peserta diharapkan mampu membawakan cerita dengan baik, mulai dari penguasaan materi, intonasi, hingga ekspresi saat bertutur.
Yudiawan menyebut, lomba ini diikuti minimal 50 peserta dari seluruh kecamatan di Bone Bolango, dan jumlah tersebut tercapai pada pelaksanaan tahun ini.
Ia menambahkan, selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal cerita rakyat Gorontalo.
"Melalui lomba ini, anak-anak tidak hanya belajar tampil, tapi juga mengenal budaya dan cerita daerah," ujarnya.
Untuk penghargaan, panitia telah menyiapkan piala, piagam, serta uang pembinaan bagi para pemenang.
Juara I akan memperoleh uang pembinaan hingga Rp5 juta, Juara II Rp4 juta, dan Juara III Rp3 juta.