Tumbilotohe Gorontalo
Ratusan Lampu Botol Terangi Tilongkabila Gorontalo, Warga Nostalgia ke Masa Lalu
Suasana malam Tumbilotohe di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, terasa berbeda tahun ini.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-warga-memasang-lampu-di-Desa-Tunggulo.jpg)
“Ada masyarakat yang ikut membantu, ada yang memberi sumbangan uang, ada juga yang memberi rokok untuk anak-anak yang bekerja,” ungkapnya.
Lanto berharap tradisi Tumbilotohe tetap dipertahankan oleh generasi muda di masa mendatang.
“Yang penting tradisi ini tetap ada dan tidak hilang, karena tujuan kami agar sejarah tidak hilang ditelan zaman,” pungkasnya.
Baca juga: Momen Tumbilotohe, Bupati Bone Bolango Ismet Mile Tunaikan Zakat Fitrah
Makna Tumbilotohe bagi Bupati Bone Bolango
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menganggap tradisi Tumbilotohe bukan sekadar ritual menyalakan ribuan sumbu minyak tanah di penghujung Ramadan.
Lebih dari itu, kerlip cahaya lampu botol adalah simbol kerinduan akan kebersamaan dan pengikat silaturahmi yang telah terjaga selama puluhan tahun di Bumi Gorontalo.
Pesan mendalam ini disampaikan Ismet Mile sesaat setelah ia secara resmi membuka malam pertama pasang lampu di halaman Rumah Dinas Bupati, Desa Ulantha, Kecamatan Suwawa, Senin (16/3/2026) malam.
Dalam suasana malam yang diterangi cahaya temaram, Ismet Mile tampak berwibawa mengenakan kemeja batik hitam bermotif bunga dan upiya karanji bertuliskan "Bupati".
Dengan memegang bambu panjang yang ujungnya menyala, ia perlahan mendekatkan api ke rangkaian lampu botol yang terpasang rapi di alikusu (kerangka bambu khas Gorontalo).
Satu per satu sumbu menyala, memantulkan cahaya pada kacamata sang Bupati, menandai dimulainya tradisi yang paling dinanti masyarakat.
"Ini adalah peristiwa yang sudah berlangsung selama puluhan tahun secara turun-temurun.
Tradisi ini tetap terjaga hingga sekarang karena memiliki makna yang sangat dalam," ujar Ismet Mile saat diwawancarai usai kegiatan. (***)