UAS di Gorontalo
Terpukau Hiu Paus Botubarani, Ustaz Abdul Somad Puji Masyarakat Gorontalo
Ustadz Abdul Somad (UAS), ulama kondang yang dikenal luas di Indonesia, baru-baru ini menyempatkan diri mengunjungi Destinasi Wisata Hiu Paus
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Ustaz Abdul Somad (UAS), ulama kondang yang dikenal luas di Indonesia, baru-baru ini menyempatkan diri mengunjungi Destinasi Wisata Hiu Paus Botubarani.
Wisata Hiu Paus terletak di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Sabtu (25/10/2025).
Kunjungan UAS dilakukan di sela-sela agenda dakwahnya yang padat di Provinsi Gorontalo.
Ketertarikan UAS terhadap wisata hiu paus terlihat jelas dari beberapa unggahan di akun Facebook pribadinya. Ia membagikan hingga lima postingan berupa foto dan video yang merekam momen kunjungannya.
Salah satu video berdurasi hampir enam menit, yang telah dibagikan hampir seribu kali, berisi ulasan mendalam tentang pengalamannya berenang bersama hiu paus yang dikenal masyarakat dengan nama Sherly.
Sebelum menyaksikan langsung keindahan hiu paus, UAS mengaku sangat penasaran.
“Begitu dengar kabar nanti di Gorontalo akan ketemu ikan, nah penasaran juga gimana ikannya ini,” ujar UAS di akun media sosial pribadinya.
Saat akhirnya berhadapan langsung dengan hiu paus, UAS mengaku terkejut dan takjub.
Ia menyebutkan bahwa spesies hiu paus tersebut dikenal secara ilmiah sebagai Rhincodon typus, dan oleh masyarakat setempat disebut Shery.
Reaksi spontan UAS saat melihat hiu paus adalah membaca dzikir Nabi Yunus, sebagai bentuk kekaguman terhadap ciptaan Allah SWT.
Selain kekagumannya terhadap hiu paus, UAS juga memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya masyarakat Gorontalo dalam menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem di Botubarani.
“Masyarakat Gorontalo menjaga bersih, bening sekali, dan yang paling saya yakini, air itu tidak ada merkurinya,” pujinya.
Dalam interaksinya dengan warga setempat, UAS juga mendengar cerita menarik tentang bagaimana masyarakat Gorontalo sangat bergantung pada keberadaan hiu paus.
Ia menuturkan bahwa hiu paus sempat menghilang dari perairan Botubarani, yang kemudian mendorong masyarakat untuk melaksanakan salat istisqa, memohon kepada Allah SWT agar hiu paus kembali.
“Ternyata tidak hanya menjaga kebersihan dan alam, tetapi mereka juga berdoa kepada Allah,” ungkap UAS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ustadz-Abdul-Somad-saat-menyaksikan-hiu-paus.jpg)