Cerita Legenda Gorontalo
Legenda Tibarani, Jejak Pembantaian Bajak Laut Kanibal di Gorontalo
Teluk Tomini, yang kaya akan potensi pariwisata, menyimpan permata tersembunyi, yaitu Desa Botubarani
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Geosite-Batubarani-di-Desa-Botubarani-Kecamatan-Kabila-Bone.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Teluk Tomini, yang kaya akan potensi pariwisata, menyimpan permata tersembunyi, yaitu Desa Botubarani di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Desa ini memiliki keanekaragaman geologi yang luar biasa, menjadikannya destinasi wisata unik, mulai dari konservasi hiu paus, keindahan Pantai Kurenai, Puncak Botubarani, hingga Geosite Botubarani.
Wilayah pesisir Teluk Tomini, tempat Desa Botubarani berada, berbatasan dengan Desa Buata di sebelah utara, Desa Huangobotu di timur, Teluk Tomini di selatan, dan Kelurahan Leato di barat.
Desa ini terdiri dari tiga dusun: Tamboa Barat, Tamboa Tengah, dan Tamboa Timur.
Legenda Geosite Botubarani
Geosite Botubarani adalah salah satu potensi geologi utama di desa ini, menampilkan singkapan batuan gamping terumbu dan perselingan batuan konglomerat.
Lebih dari sekadar situs geologi, tempat ini juga menyimpan kekayaan budaya, termasuk cerita rakyat yang diyakini oleh masyarakat setempat.
Menurut Ridwan Abdulatif, juru kunci setempat, sebuah gua di geosite ini dulunya adalah tempat dikuburkannya mayat para bajak laut kanibal yang dibunuh oleh pahlawan bernama Tibarani atau Haipi.
"Dulu, ada bajak laut yang dikenal sering makan manusia (kanibal). Mereka dibunuh dan dikubur di antara dua bukit ini," ungkap Ridwan saat ditemui TribunGorontalo.com pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Ridwan bercerita bahwa pada sekitar tahun 1800-an, masyarakat hidup dalam ketakutan karena ancaman para bajak laut.
Mereka kemudian meminta bantuan Haipi, seorang warga dari desa tetangga, untuk menumpas para bajak laut tersebut.
Haipi menyusun siasat dengan memberikan buah bitule—buah khas Gorontalo yang bisa membuat orang pusing dan tak sadarkan diri—kepada para bajak laut.
Setelah bajak laut memakan buah itu dan tak berdaya, Haipi turun dari gunung dan membunuh mereka. Jasad mereka kemudian dikubur di antara tebing-tebing yang kini dikenal sebagai Botubarani.
Ridwan menegaskan, saat pembukaan jalan, banyak kerangka ditemukan di area tersebut.
Hasil Penelitian Geologi
Berdasarkan penelitian geologi, Geosite Botubarani menunjukkan kontak batuan antara konglomerat dan batugamping klastik.
Batuan konglomerat tersusun dari fragmen batuan vulkanik, menandakan endapan sungai pada lingkungan transisi.
Sementara itu, batugamping klastik yang belum sepenuhnya terkompaksi tersusun dari pecahan koral dan bioklas.
Kondisi bentang alam dengan tebing-tebing pantai yang tersusun oleh batugamping yang belum terkompaksi menunjukkan bahwa lapisan batugamping ini berusia Kuarter (kurang dari 2,58 juta tahun) dan telah mengalami pengangkatan akibat proses tektonik.
Penelitian mengidentifikasi lima jenis litologi di daerah ini: Endapan Pantai Foalstone, Breksi Vulkanik, Diorit, dan Andesit.
Secara lebih luas, Desa Botubarani dan sekitarnya memiliki enam potensi geologi yang bisa dikembangkan menjadi kawasan geowisata untuk Geopark Gorontalo:
Geosite Botubarani: Singkapan batuan gamping terumbu dan konglomerat.
Tebing Foaltstone Botubarani: Tebing terumbu karang setinggi kurang lebih 10 meter yang terangkat dari dasar laut.
Tebing Breksi Vulkanik: Dinding setinggi sekitar 100 meter yang tersusun dari batuan breksi piroklastik atau vulkanik.
Intrusi Diorit: Batuan yang muncul ke permukaan bumi di Desa Huangobotu.
Mineralisasi Lava Andesit: Singkapan batuan andesit yang mengalami alterasi di Desa Modelomo.
Batugamping Botubarani: Telah ditetapkan sebagai Warisan Geologi (Geoheritage) berperingkat lokal oleh Keputusan Menteri ESDM RI Nomor: 150.K/GL.01/MEM.E/2023.
Baca juga: Legenda Wisata Taluhu Barakati Gorontalo, Tempat Permandian Bidadari hingga Air Penyembuh Penyakit
Kondisi Terkini dan Kebutuhan Konservasi
Meskipun memiliki nilai sejarah dan geologi yang tinggi, Geosite Botubarani tampak kurang terurus. Sebagian area gua ditutupi oleh rumput liar yang tumbuh tinggi.
Namun, penanda seperti tulisan "Botubarani" dan beberapa petunjuk lainnya masih dalam kondisi baik. Sebuah rumah makan juga terlihat di depan lokasi.
Mengingat potensinya sebagai cagar budaya dan warisan geologi, Geosite Botubarani sangat membutuhkan perhatian dan peremajaan dari pemerintah agar kekayaan alam dan budayanya tetap terlindungi dan lestari.
(TribunGorontalo.com/jp)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.