Harga Pertamax Naik
Harga Pertamax Naik, Warga Boalemo Gorontalo Pilih beralih ke Pertalite
Hal ini setelah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax naik pada Rabu 10 Juni 2026.
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pertamamx-Boalemo-7777ddddddd.jpg)
Jelin mengaku kini harus lebih berhitung dalam mengatur pengeluaran sehari-hari.
Bahkan uang yang biasanya bisa digunakan untuk membeli makanan terkadang harus dialihkan untuk membeli bahan bakar.
"Biasanya isi bensin sekian. Sekarang setelah Pertamax naik, untuk makan saja kadang ditahan dulu," ungkapnya.
Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali harga BBM agar tidak semakin membebani masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari kendaraan bermotor.
"Harapannya kalau bisa harga Pertamax turun lagi," bebernya.
Keluhan serupa disampaikan Rahmat Hunawa, driver Grab lainnya yang setiap hari beroperasi di wilayah Kota Gorontalo.
Rahmat menggunakan sepeda motor Honda Stylo untuk mencari penumpang dan mengantar pesanan.
Ia mengaku kenaikan harga BBM membuat jumlah bahan bakar yang diperoleh dari nominal uang yang sama menjadi semakin sedikit.
"Dulu Rp40 ribu masih bisa penuh. Sekarang harus tambah lagi sampai sekitar Rp60 ribu baru terasa penuh," ujar Rahmat.
Meski demikian, ia memilih menggunakan Pertalite untuk kebutuhan sehari-hari karena menyesuaikan kondisi kendaraannya.
Lebih lanjut Rahmat mengatakan kenaikan biaya operasional terjadi saat kondisi orderan justru sedang menurun.
Akibatnya, pendapatan bersih yang dibawa pulang semakin berkurang.
"Tadinya masih ada uang makan. Sekarang kadang uang yang ada habis untuk isi bensin," katanya.
Menurut Rahmat, kondisi tersebut tidak hanya dirasakan dirinya, tetapi juga banyak pengemudi ojek online lainnya di Gorontalo.
Dirinya menilai kombinasi antara order yang berkurang dan harga bahan bakar yang naik menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja sektor transportasi berbasis aplikasi.